Suarapena.com, SURABAYA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur.
Peringatan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Surabaya baru-baru ini.
Dalam rapat tersebut, Dwikorita mengungkapkan fenomena La Nina yang sedang berlangsung dapat memicu peningkatan intensitas hujan di Jawa Timur.
Proses pembentukan awan hujan yang lebih banyak akan menyebabkan cuaca ekstrem, yang berbeda dengan kondisi tahun lalu yang dipengaruhi oleh El Nino.
“La Nina diperkirakan akan berpengaruh hingga Januari 2025, dengan puncak intensitas hujan terjadi pada 21 Desember. Curah hujan diprediksi sedikit mereda pada 22-23 Desember, namun kembali meningkat pada 24 Desember,” ujar Dwikorita, Kamis (19/12/2024).
Selain La Nina, faktor lain seperti Monsoon Asia, gelombang MJO, dan sirkulasi siklonik akibat suhu permukaan laut yang semakin hangat juga memperburuk kondisi cuaca di kawasan ini.
Beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami hujan deras disertai angin kencang, seperti Bangkalan, Bondowoso, Gresik, dan Banyuwangi, diminta untuk bersiap menghadapi potensi bencana.
Untuk menghadapi potensi bencana ini, BMKG bekerja sama dengan BNPB dan PUPR melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, seperti banjir dan longsor.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG juga meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimulai sejak 18 Desember.
Operasi ini menggunakan pesawat Cessna Caravan untuk memantau cuaca dan mengendalikan curah hujan di daerah-daerah dengan risiko tinggi.
Dwikorita menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Info BMKG untuk memantau cuaca hingga enam hari ke depan, yang mencakup informasi tentang curah hujan, suhu, kecepatan angin, dan kelembaban udara.
Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap mengantisipasi potensi bencana yang mungkin terjadi.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.
Hadir dalam rapat tersebut sejumlah pejabat penting, termasuk Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono, Menteri Koordinator PMK, Pratikno, Kepala BNPB, Suharyanto, serta Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania. (sp/pr)










