Suarapena.com, BEKASI – Memasuki musim penghujan penularan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mesti diwaspadai. Populasi nyamuk Aedes Aegypti dipastikan bakal meningkat seiring munculnya banyak genangan air.
Kepala Puskesmas Jatiasih, dr. Zulkifly Sanusi membeberkan bagaimana gejala yang ditimbulkan pada seseorang yang terserang DBD.
“Gejala umum yang muncul antara lain demam tinggi, mendadak sakit kepala. Pada umumnya penderita DBD juga akan mengalami fase demam selama 2 sampai 7 hari,” katanya saat ditemui, Kamis (13/10/2022).
DBD sendiri adalah penyakit menular yang tersebar akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Jika tidak segera ditangani serius, maka dapat berakibat fatal bagi penderitanya.
Penderita DBD bisa saja mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan Syok Hipovolemik yang berujung Dengue Shock Syndrome (DSS). Pada kondisi ini, aliran darah ke seluruh jaringan tubuh akan menurun sehingga terjadi kekurangan oksigen (hipoksia).










