SUARAPENA.COM – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marina Kualatungkal Kapal menghimbau nelayan dan pengguna jasa Transportasi laut agar tetap waspada selama musim kabut asap.
Bahkan, mereka diminta menghentikan aktivitas berlayar saat jarang pandang berkurang dari batas aman kurang dari 300 meter.
Hal ini dituturkan Kepala KSOP Pelabuhan Marina Kualatungkal, Prayitno SH melalui Kepala Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP) KSOP Marina Kualatungkal Junaidi, Senin (23/9).
Selama musim kabut asap, Junaidi mengatakan pihaknya mengeluarkan himbauan kepada pemilik Kapal, Agen transportasi laut, Nahkoda dan para nelayan untuk tetap menjaga keselamatan pelayaran.
Untuk mengurangi resiko kecelakaan, para pelaku pelayaran dipinta melengkapi berbagai dukungan sarana bantu navigasi dan keselamatan berlayar selama musim kabut asap.
Selain alat bantu arah seperti GPS, Kompas dan Peta, setiap kapal yang berlayar juga diminta menyediakan peralatan tambahan isyarat lampu dan cahaya serta membekali life jacket hingga peralatan obat-obatan dan P3K.
“Semua Kapal Layar, Kapal Motor, Kapal Penumpang, Kapal Nelayan dan semua pemakai jasa pelayaran agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat dan tidak memaksakan diri,” papar Junaidi.
Disinggung soal lakalaut akibat dampak musim kabut asap, Junaidi menjelaskan pihaknya hingga kini belum mendapat laporan resmi.
“Sementara sampai saat ini belum ada laporannya. Tetapi kita sudah tekankan bagi kapal kapal nelayan agar berhati – hati dan harus dilengkapin alat navigasi dan keselamatan. Paling tidak bawa kompas,” pungkasnya.
Pantauan media, musibah kabut asap mulai melanda wilayah Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi sejak dua bulan terakhir. Karena minimnya jarak pandang, sebagian nelayan terpaksa mengurangi jadwal melaut untuk mengurangi resiko kecelakaan dan salah arah. (bin)










