Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

16 Biksu Thudong Tempuh Perjalanan 11 Hari dari Jepara ke Candi Sewu Klaten

×

16 Biksu Thudong Tempuh Perjalanan 11 Hari dari Jepara ke Candi Sewu Klaten

Sebarkan artikel ini
16 Biksu Thudong tempuh perjalanan 11 hari dari Jepara ke Candi Sewu Klaten, singgah di tempat ibadah hingga pos TNI-Polri.
16 Biksu Thudong tempuh perjalanan 11 hari dari Jepara ke Candi Sewu Klaten, singgah di tempat ibadah hingga pos TNI-Polri.

Suarapena.com, JEPARA – Sebanyak 16 Biksu mengikuti ritual Thudong Jawa Tengah 2026 dengan berjalan kaki dari Candi Sima menuju Candi Sewu. Perjalanan spiritual sejauh ratusan kilometer itu ditempuh selama 11 hari dan melintasi sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Prosesi pelepasan dilakukan di kawasan Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Rabu (20/5/2026).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Ketua panitia Thudong, Sundoko, mengatakan para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam perjalanan ini, para Biksu menjalani laku spiritual berupa kesederhanaan, disiplin, serta pengendalian diri.

“Di setiap langkah para bhikkhu terdapat doa bagi kedamaian negeri,” kata Sundoko, Kamis (21/5/2026).

Rombongan dijadwalkan melintasi sejumlah wilayah, antara lain Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, hingga Klaten.

Selama perjalanan, para Biksu akan singgah di berbagai titik istirahat yang telah disiapkan masyarakat dan pemerintah setempat. Lokasi tersebut meliputi tempat ibadah lintas agama seperti wihara, masjid, gereja, dan klenteng, serta fasilitas umum seperti balai desa, kantor pemerintahan, pos polisi, markas TNI, hingga rumah sakit.

Berita Terkait:  Harmonisasi Spiritual di TMII, Pelepasan Biksu Thudong Menuju Borobudur

Menurut Sundoko, titik singgah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mencerminkan semangat kebersamaan lintas agama.

“Setiap titik singgah menjadi ruang kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Karbono, mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga ketertiban selama perjalanan di jalan umum.

Ia menekankan agar kegiatan spiritual tersebut tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Semoga perjalanan dari Candi Sima menuju Candi Sewu dalam rangkaian Thudong ini berjalan lancar hingga perayaan Waisak 2570 Buddhist Era,” kata Karbono.

Berita Terkait:  Harmonisasi Spiritual di TMII, Pelepasan Biksu Thudong Menuju Borobudur

Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai kegiatan ini mencerminkan kuatnya toleransi dan kerukunan masyarakat di daerahnya. Ia menyebut prosesi pelepasan dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh lintas agama, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Inilah wajah Jepara. Keharmonisan di Kabupaten Jepara sangat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Jepara telah mendapatkan pengakuan nasional sebagai daerah dengan harmoni sosial yang kuat melalui penghargaan Wonderful Indonesia Regencies Impact Award dengan predikat Indonesian Peaceful and Cultural Harmony Regency.

Ritual Thudong ini menjadi bagian dari tradisi spiritual umat Buddha yang sekaligus membawa pesan perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca