Suarapena.com, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan apresiasi terhadap peran PDIP sebagai partai di luar pemerintahan dalam pidato di Rapat Paripurna DPR RI.
Andreas menegaskan, PDIP tetap menjalankan fungsi politiknya dengan memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Menurut dia, posisi di luar pemerintahan merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang memungkinkan adanya pandangan alternatif.
“Ya terima kasih Bapak Presiden memberikan pujian dan memang seharusnya PDI Perjuangan ada di luar,” kata Andreas, Kamis (21/5/2026).
Ia menilai kritik yang disampaikan PDIP bukan bersifat emosional, melainkan berdasarkan pertimbangan rasional terhadap berbagai situasi kebangsaan. Karena itu, kritik tersebut disebutnya penting untuk memperkaya perspektif pemerintah dalam mengambil kebijakan.
“Kritik-kritik itu tentu maksudnya baik dan selama ini itu yang kami lakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada PDIP atas peran sebagai kekuatan penyeimbang dalam sistem demokrasi. Ia menekankan pentingnya mekanisme check and balances dalam penyelenggaraan negara.
“Terima kasih, demokrasi kita butuh check and balances. PDIP berkorban di luar pemerintah. Saya mengerti itu, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PDIP,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengakui bahwa secara politik dirinya menginginkan seluruh partai dapat bergabung dalam pemerintahan guna memperkuat kerja sama nasional. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan oposisi tetap diperlukan dalam sistem demokrasi.
“Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi,” katanya.
Ia menambahkan, meski kritik dari pihak di luar pemerintahan kerap terasa keras, hal tersebut tetap diperlukan sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Kadang-kadang sebelum tidur saya pilu, kritiknya keras banget. Tapi saya sadar, mungkin ada dasarnya,” ujar Prabowo. (r5/sp)










