Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

17 Ruas Jalan di Bandung Diperbaiki, Ditargetkan Rampung Awal Juli 2026

×

17 Ruas Jalan di Bandung Diperbaiki, Ditargetkan Rampung Awal Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Sejumlah ruas jalan di Bandung diperbaiki, Pemkot targetkan rampung awal Juli 2026.
Sejumlah ruas jalan di Bandung diperbaiki, Pemkot targetkan rampung awal Juli 2026.

Suarapena.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus melakukan percepatan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di sejumlah titik. Hingga saat ini, sebanyak 17 ruas jalan sedang ditangani melalui beberapa paket pekerjaan yang telah memasuki tahap konstruksi hingga penyelesaian.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Sandi Suhendar, mengatakan proyek tersebut terbagi dalam 10 paket pekerjaan dan seluruhnya telah berkontrak.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Semua paket sudah berkontrak. Ada yang sudah selesai, ada yang masih dalam tahap konstruksi,” kata Sandi, Rabu (29/4/2026).

Berita Terkait:  DPRD Jabar Desak Perbaikan Jalan Dikebut: Jangan Hanya Tambal Sulam!

Adapun ruas jalan yang diperbaiki meliputi Jalan Panjunan, Astana Anyar, Sukaraja, Jakarta, Gunung Batu, Tamansari, Sulanjana, Merdeka, Braga, Wastukencana, L.L.R.E Martadinata, Stasiun Timur, Perintis Kemerdekaan, Aceh-Manado, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Sunda, hingga Juanda.

Sandi menyebutkan, salah satu progres signifikan terjadi di Jalan Sunda yang telah selesai lebih cepat dari target. Sementara itu, pengerjaan di Jalan Dago dan Tamansari saat ini masih berlangsung dan memasuki tahap konstruksi aktif.

Dalam pelaksanaannya, proyek perbaikan jalan ini dibagi ke dalam beberapa paket utama, di antaranya paket Jalan Merdeka–Braga–Wastukencana, paket Jalan L.L.R.E Martadinata, paket Jalan Sunda, serta paket Jalan Juanda.

Berita Terkait:  Sejumlah Ruas Jalan Alternatif di Semarang Sudah Diperbaiki, Siap Dilalui Pemudik

Secara keseluruhan, proyek-proyek tersebut ditargetkan rampung pada awal Juli 2026. Meski demikian, beberapa ruas jalan berpotensi selesai lebih cepat, bergantung pada kondisi di lapangan.

Menurut Sandi, percepatan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing wilayah. Pada ruas jalan yang relatif tidak mengalami hambatan, pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat.

Namun, di sejumlah lokasi seperti Astana Anyar dan Panjunan, proses penataan dinilai lebih kompleks sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

“Kalau kondisi jalannya memungkinkan, tentu bisa lebih cepat selesai. Tapi di beberapa lokasi tantangannya lebih besar,” ujarnya. (sp/ky)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca