Scroll untuk baca artikel

OlahragaPemerintahanSuara Jambi

Ada Dugaan Penggelembungan Anggaran Kontingen Porprov Tanjabbar

×

Ada Dugaan Penggelembungan Anggaran Kontingen Porprov Tanjabbar

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Partisipasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) pada pelaksanaan Porprov tingkat Provinsi Jambi tahun 2018 menuai polemik.

Meski disokong dengan anggraran yang melimpah ruah dengan total pagu Rp 7 Milyar, nyatanya kontingen atlet belum bisa menunjukan hasil prestasi yang maksimal dengan hanya menempati urutan ke 7.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Informasi dihimpun, selama perhelatan, berulang kali muncul permasalahan – permasalahan kecil yang dinilai mempengaruhi turunya mental para atlet mulai dari teknis hingga mobilisasi atlet ke lokasi pertandingan yang tersendat.

Bahkan, muncul dugaan adanya penggelembungan anggaran beberapa item selama kegiatan digelar.

Salah satunya pembayaran honor atau insentif pengawas bagi 28 cabor kini mulai di soal. Pasalnya, hampir seluruh pengawas cabor bibanyarkan selama 18 hari.

Padahal, seperti kita ketahui perhelatan Porprov Jambi dilaksanakan dalam waktu 8 hari, kecuali cabor sepak bola yang membutuhkan waktu 17 hari. Namun ironisnya, pembayaran honor semua pengawas cabor dibayar kali 18 hari, sehingga menimbulkan tanda tanya.

Anehnya lagi, beberapa cabor bisa diawasi oleh satu pengawas yang ditunjuk langsung oleh Disparpora Tanjab Barat.

“Kenapa honor pengawas cabor dibayarkan sama rata sampai 18 hari. Padahal ada banyak cabor yang hanya berlaga 2 sampai 3 hari. Seolah-olah memanfaatkan kegiatan porprov untuk mendapatkan honor,” tanya salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

Sayangnya sekretaris Disparpora Tanjab Barat, Hayani enggan berkomentar saat dimintai keterangan masalah ini. Ia hanya menyebut jika bukan tupoksinya untuk menjelaskan hal itu ke awak media.

“Itu bidang yang tau persis teknisnya, kami hanya mencairkan angaran,” ujarnya singkat.

Sedangkan Bendaharawan Disparpora Tanjabbar, Nia membenarkan jika pembayaran honor semua pengawas cabor dibayarkan kali 18 hari kegiatan. Dalam sehari pengawas mendapat honor sebesar Rp 270 ribu sehari.

“Ia honor pengawas sama dengan honor atlet, tapi semua pengawas dibayarkan kali 18 hari kegiatan,” katanya saat dijumpai awak media di ruang kerjanya.

Dia juga menjelaskan, untuk jumlah anggaran yang sudah diserap untuk kegiatan Porpov belum bisa di jelaskan dengan alasan belum di rekap. Namun saat ini disparpora sudah menyalurkan bonus atlit berprestasi sebesar Rp 1 miliar lebih.

“Hari ini kami meyalurkan honor atlit berprestasi, dan untuk honor  Menejer pelati Rp 300 ribu perhari, asisten atlit Rp 270 ribu, Opisial Rp 220 Ribu, ” ungkapnya.

Sayangnya, Ia enggan menjelaskan secara terperinci alasan honor pengawas dibayar kali 18 hari padahal pengawas cabor bekerja hanya delapan hari bahkan kurang dari satu pekan.

“Kalau masalah teknis,silahkan konfirmasi ke bidangnya untuk lebih jelas. Kami hanya sebatas mencairkan anggaran atas dasar SPJ dari bidang,” tandasnya.

Sementara PPTK kegiatan, Suwarno membenarkan adanya pembayaran honor pengawas cabor dengan alasan sudah sesuai DPA kegiatan.

“Memang semuanya dibayar 18 hari, sesuai DPA. Itu termasuk hitungan sebelum pelaksanaan Porprov di Jambi,” ujarnya singkat saat dihubungi via ponselnya.

Selain pendanaan pengawas, diduga masih ada kejanggalan penggelembungan item lainnya diantaranya pembuatan seragam kontingen. (bin)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca