Suarapena.com, REMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mengeluarkan peringatan keras kepada perusahaan, hotel, dan pihak ketiga terkait pembuangan sampah.
Peringatan ini disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sampah DLH Rembang, Wahyudi Setiyanto, usai melakukan pengecekan kebersihan di Pasar Kambing pada Jumat (20/12/2024).
Pasar Kambing, yang semula berfungsi sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk sampah rumah tangga warga sekitar, kini malah dipenuhi sampah menumpuk akibat ulah sejumlah pihak yang membuang sampah dalam jumlah besar.
Dalam dua hari terakhir, DLH terpaksa menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah yang menggunung di area tersebut.
Menurut Wahyudi, dalam sehari bisa ada antara tujuh hingga dua belas dump truck yang datang untuk membuang sampah ke Pasar Kambing, menyebabkan kontainer yang disediakan untuk warga cepat penuh.
“Pasar Kambing seharusnya hanya untuk sampah rumah tangga dan becak pengangkut sampah. Namun, beberapa pihak swasta dan perusahaan mulai membuang sampah mereka di sini,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi menegaskan, sejatinya pasar kambing hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga, bagi pihak swasta yang ingin membuang sampah di sana harus segera membuangnya langsung ke TPA Landoh, dengan kewajiban membayar retribusi sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2023.
Pihak DLH, katanya, tak akan ragu memberikan sanksi denda sesuai aturan yang berlaku, jika ada pelanggaran. Sosialisasi dan pengawasan yang lebih ketat juga akan segera dilakukan untuk memastikan kebijakan ini dipatuhi.
Ke depan, DLH berencana bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM untuk memasang pembatas yang akan menutup pintu Pasar Kambing setiap sore, sehingga kendaraan besar tidak dapat masuk.
Sementara, seorang warga Sumberjo, Kasil, mengungkapkan kekhawatirannya atas tumpukan sampah yang kian bertambah. Ia mengeluh akibat sampah-sampah tersebut mengganggu warga sekitar, terutama saat hujan.
“Kami sudah mencoba mengingatkan, tapi pihak yang membuang sampah tetap saja tidak peduli. Keberadaan sampah ini sangat mengganggu kenyamanan lingkungan,” katanya. (sp/pr)










