Suarapena.com, GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, akan memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diberikan menyusul kerusakan sejumlah bangunan sekolah yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan kepastian itu diperoleh setelah Pemprov Jawa Tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut membantu perbaikan gedung yang rusak. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kemendikdasmen melalui BBPMP Jawa Tengah, dan insyaallah sekolah ini akan mendapatkan bantuan revitalisasi. Minggu depan akan dilaksanakan perjanjian kerja sama,” kata Sadimin saat meninjau SDN Tanggirejo, Kamis (23/7/2026).
Menurut Sadimin, peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk memastikan secara langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat usia bangunan dan serangan rayap.
Ia menjelaskan, setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, dana bantuan ditargetkan mulai dicairkan pada Agustus 2026. Anggaran tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi lima ruang kelas yang mengalami kerusakan.
“Insyaallah dana bulan Agustus cair, sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki. Ada lima ruang kelas yang akan direhabilitasi,” ujarnya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih dinilai aman dan layak digunakan.
“Anak-anak sementara belajar di ruangan yang masih aman dan layak digunakan, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan,” kata Sadimin.
Selain memastikan percepatan revitalisasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada SDN Tanggirejo. Bantuan tersebut diberikan sebagai dukungan untuk penanganan sementara sebelum proses rehabilitasi dimulai.
Sebelumnya, kondisi SDN Tanggirejo menjadi sorotan setelah sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian bangunan roboh. Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan secara bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, termasuk musala sekolah sebagai ruang belajar sementara.
Pemerintah berharap proses revitalisasi dapat segera dimulai sehingga para siswa kembali memperoleh fasilitas belajar yang aman dan nyaman untuk mendukung kegiatan pembelajaran. (sp/pr)







