Scroll untuk baca artikel
Suara Jabar

Antisipasi Antrean Operasi Pasar Beras, Ini Strategi Disdagin Bandung

×

Antisipasi Antrean Operasi Pasar Beras, Ini Strategi Disdagin Bandung

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin

Suarapena.com, BANDUNG – Dua hari pertama Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di beberapa Kecamatan di Bandung telah menarik perhatian besar dari masyarakat. Sejak pagi, warga sudah berbaris untuk membeli beras yang dijual dengan harga Rp53.000 per 5 kilogram.

Untuk mengatasi antrean yang terbentuk, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung berencana untuk meninjau ulang pola distribusi mereka dengan mendistribusikan beras ke Kelurahan, sehingga antrean dapat dibagi.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengungkapkan bahwa masyarakat sangat antusias dalam operasi pasar Beras Medium SPHP, yang menghasilkan beberapa antrean yang cukup panjang.

Berita Terkait:  Stok Beras Aman, Harga Kepokmas Stabil di Bandung

Oleh karena itu, ia mengatakan telah melakukan evaluasi bersama Bulog dan camat terkait pola distribusi agar antrean masyarakat tidak terlalu banyak.

Ronny menambahkan, untuk mencegah penumpukan masyarakat, Disdagin akan mendistribusikan beras ke Kelurahan untuk membagi antrean.

Ini akan dilakukan pada pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium di Kecamatan Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul yang digelar hari ini Rabu, 21 Februari 2024.

“Kami akan fokus pada tiga kecamatan besok, dan polanya akan sama. Kami sudah berkoordinasi dengan Camat Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul. Kami akan mendistribusikan beras ke setiap kelurahan,” kata Ronny pada Selasa (20/2/2024).

Berita Terkait:  Dikunjungi Jokowi, Pedagang Pasar Cihapit Berharap Pasar Semakin Ramai ke Depannya

Secara teknis, Ronny menjelaskan, beras medium tersebut akan didistribusikan ke Kecamatan, lalu pihak kewilayahan akan mendistribusikannya ke kelurahan.

“Jadi tidak ada satu titik penumpukan Operasi Pasar Beras Medium. Jadi nanti di Kelurahan akan ada pendistribusian Operasi Pasar Beras Medium,” katanya.

Selain itu, untuk memperlancar dan mempercepat transaksi, jumlah kasir akan ditambah sehingga tidak akan terjadi lagi penumpukan saat pembayaran.

“Yang paling penting, harus ada banyak kasir. Nanti di kelurahan pun akan ada banyak kasir sehingga tidak terjadi penumpukan antrean,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium SPHP dapat berjalan lancar dan masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying.

Sebagai informasi, Kegiatan Operasi Pasar Beras Medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan Pasar Murah ini digelar di 30 Kecamatan mulai 19 Februari – 1 Maret 2024.

Berita Terkait:  Kendaraan di Bandung Wetan Dilarang Parkir Sembarangan, Sudah Terbit Surat Edaran

Kegiatan ini didukung oleh Bulog, Pertamina, Wilmar, CV. Bagus, Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Zibyfarm, Prima Freshmart, Petani Cabe, Triarta, SJU dan Toko Ritel Modern yang tergabung dalam APRINDO DPC Kota Bandung yaitu Borma, Yogya Group, Lotte Grosir, Superindo, Prama, Lotte Mart, Transmart, Hypermart, Hyfresh, Yomart, Alfamart, Indomaret dan Amanda Mart.

Kegiatan Pasar Murah terbuka untuk umum, tetapi untuk Operasi Pasar Beras Medium Wargi Bandung diwajibkan menunjukan KTP sesuai dengan domisili Kecamatan pelaksanaan. (sng)

Ikuti update berita kami di Google News