Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid mengkritik kondisi Pelabuhan Penumpang Soekarno-Hatta Makassar yang kurang memadai.
Ia menilai bahwa fasilitas di pelabuhan laut tersebut tidak sebanding dengan fasilitas di moda transportasi lain, seperti bandara dan kereta api.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas di pelabuhan laut untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, terutama menjelang musim mudik Natal dan Tahun Baru.
Hal tersebut diungkapkan Anwar saat melakukan Kunjungan Kerja Komisi V di Makassar, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Ia meninjau langsung Pelabuhan Penumpang Soekarno-Hatta Makassar dan melihat banyak calon penumpang yang harus duduk di lantai karena ruang tunggu yang sempit dan panas.
“Fasilitasnya sangat minim, terutama kita bisa lihat tadi jalan, ruang tunggu yang sangat menurut saya sangat tidak. Kemudian yang kedua dengan suasana yang panas seperti itu sehingga tidak memberi nyaman masyarakat kita,” kata Anwar Hafid dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12/2023).
Politisi Fraksi Partai Demokrat ini menambahkan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian dan keadilan kepada masyarakat di setiap moda transportasi.
Ia menyoroti perbedaan yang terlalu jauh antara fasilitas yang ada di bandara, kereta api, dengan di pelabuhan laut.
“Saya melihat dari peninjauan tadi, terlalu lebar perbedaan antara fasilitas yang ada di bandara, kereta api, dengan di pelabuhan laut. Masyarakat di ruang tunggu (duduk di lantai). Menurut saya ini pemerintah perlu memberikan perhatian, keadilan. Jangan karena mungkin penumpang laut ini tiketnya murah dan sebagainya, sehingga fasilitasnya tidak mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Terakhir, Anwar berharap pemerintah segera membenahi fasilitas di pelabuhan laut, terutama menjelang mudik Natal dan Tahun Baru yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang.
Ia mengatakan bahwa penting bagi pemerintah memberikan kenyamanan kepada masyarakat di setiap moda transportasi, agar mereka lebih nyaman menikmati fasilitas itu.
“Menurut saya jadi ini ke depan baik itu fasilitas yang ada di pelabuhan udara, kemudian di kereta api, dan di pelabuhan laut, itu seharusnya disamakan fasilitasnya. Berikan kenyamanan kepada masyarakat kita. Supaya mereka lebih nyaman menikmati fasilitas itu,” pungkasnya. (r5/we/aha)










