Suarapena.com, YOGYAKARTA – Kabar baik untuk mahasiswa perantau! Pemda DIY melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan bantuan living cost bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, agar mahasiswa tetap bisa fokus kuliah meski jauh dari kampung halaman.
Bekerja sama dengan Bank BPD DIY dan kampus-kampus di Yogyakarta, Pemda DIY memproses aktivasi rekening dan verifikasi data bagi 1.296 mahasiswa terdampak. Proses ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (23–24/12) di TMPN Kusumanegara, dengan tujuan agar bantuan tunai Rp300.000 per bulan selama enam bulan langsung bisa diterima tanpa ribet.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan koordinasi dengan perguruan tinggi jadi kunci sukses pendataan mahasiswa.
“Kami pastikan dana sampai ke mahasiswa yang benar-benar terdampak. Hari ini fokus kami pada verifikasi data dan pembukaan rekening, supaya bantuan bisa segera digunakan,” ujar Endang.
Proses ini juga dijalankan dengan transparansi penuh, agar bantuan tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari BAZNAS DIY, yayasan mitra, hingga 52 perguruan tinggi di DIY, membuat penyaluran bantuan berjalan lancar.
Salah satu penerima manfaat, Nur Hayati, mahasiswa ITDA asal Aceh Gayo, menyatakan rasa syukurnya.
“Bantuan ini sangat membantu saya dan keluarga. Insya Allah akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tidak akan disalahgunakan,” ungkapnya.
Dengan bantuan ini, mahasiswa perantau terdampak bencana kini bisa bernapas lega. Mereka tetap bisa fokus belajar, menempuh kuliah, dan menghadapi tantangan di perantauan tanpa harus khawatir soal biaya hidup sehari-hari. (sp/uk)










