Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Bentuk Apresiasi, Plt Walikota Bekasi Kunjungi Workshop Batik Sri

×

Bentuk Apresiasi, Plt Walikota Bekasi Kunjungi Workshop Batik Sri

Sebarkan artikel ini
Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto saat mengunjungi workshop Batik Sri di Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (21/4/2022).
Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto saat mengunjungi workshop Batik Sri di Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (21/4/2022).

SUARAPENA.COM – Puluhan anak-anak penyandang disabilitas dan kaum milenial dilatih untuk belajar membatik oleh pengusaha Batik Sri.

Kegiatan itu dilakukan di Workshop Batik Sri, Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dalam kesempatan itu, Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama Plt Ketua TP PKK Wiwiek Hargono menyempatkan diri untuk hadir dan melihat secara langsung kegiatan tersebut.

“Suatu kehormatan kali ini kita dapat melihat langsung dan berkunjung ketempat yang amat luar biasa ini. Gembira sekali kita juga melihat anak-anak belajar dan mengenal cara membatik bersama,” ujar pria yang akrab disapa Mas Tri, Kamis (21/4/2022).

Berita Terkait:  Pj Gani Tekankan Ini dalam Bekasi Innovation Week 2024

Mas Tri menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan workshop Batik Sri ini. Ia menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat terhadap anak-anak penyandang disabilitas.

“Kita sangat mengapresiasi atas kepedulian dari workshop Batik Sri kepada anak-anak, dengan pelatihan ini anak-anak jadi mempunyai kesempatan untuk berkreasi. Juga sekaligus membangun kecintaan anak-anak terhadap budayanya,” ucap Mas Tri.

Pelatihan batik juga dikatakan Mas Tri, sebagai bagian dalam meningkatan ilmu melalui edukasi yang langsung diberikan oleh pengelola usaha batik, serta melatih sensor mentorik.

Berita Terkait:  Terkait P3DN, Pemkot Samarinda Kunjungi Pemkot Bekasi

Wawasan dan pengalaman ini erat berkaitan dengan program pemberdayaan maupun usaha peningkatan dalam menciptakan ekonomi kreatif ditengah masyarakat.

“Tentu ini sangat positif, tentu kedepan para penyandang disabilitas dan kaum milenial diharapkan semakin mencintai batik.

Apalagi di era globalisasi saat ini, budaya membatik tidak boleh luntur, namun harus tetap eksis terjaga dan juga dituntut bisa mengikuti zaman.

Sehingga harus ada inovasi yang dapat mengelaborasi ragam batik di era digitalisasi,” ungkapnya. (Adv/Hms)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca