Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Banten

BGN Gelar Rapat Besar di Banten Bahas Makanan Bergizi Gratis

×

BGN Gelar Rapat Besar di Banten Bahas Makanan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Rapat Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pembahasan makanan bergizi gratis.
Rapat Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pembahasan makanan bergizi gratis.

Suarapena.com, SERANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat pemerintah melalui berbagai langkah strategis. Badan Gizi Nasional (BGN) kini semakin menetapkan standar tinggi dalam memastikan kualitas bahan pangan dan pengelolaan dapur pada program nasional tersebut. Melalui kegiatan bertajuk “Sinergi Ekonomi Rakyat” yang berlangsung pada 10–12 Maret 2026 di Serang, Banten, BGN mempertemukan perwakilan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan Kelompok Tani (Poktan) setempat. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahan baku yang digunakan dalam program MBG memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan yang ketat.

‎Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata memperkuat rantai pasok pangan lokal sekaligus menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat melalui program MBG.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

‎BGN Dorong Standarisasi Bahan Baku Program MBG 

‎Pada hari pertama kegiatan, 10 Maret 2026, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik Nanik Sudaryati Deyang bersama Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana, S.KOM., CRMO melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Markaz di Kabupaten Serang.

‎Lokasi ini dipilih sebagai agenda awal karena Ponpes Al-Markaz memiliki perkebunan eduwisata komoditas pangan yang menghasilkan berbagai bahan baku berkualitas untuk mendukung program MBG di wilayah Banten, khususnya Serang. Dalam kunjungan tersebut, perwakilan dapur SPPG dan kelompok tani diberikan arahan terkait pemilihan bahan pangan yang memenuhi standar tinggi. BGN menekankan bahwa kualitas makanan dalam program MBG tidak hanya ditentukan dari proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan, tetapi juga dari kualitas bahan baku yang digunakan sejak awal. Karena itu, pemilihan bahan pangan segar, bersih, dan aman menjadi bagian penting dalam menjaga mutu program MBG secara nasional.

Berita Terkait:  Program MBG Hadir di Tridaya Sakti, Pemerintah dan DPR Dorong Percepatan Penurunan Stunting

‎Edukasi Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Santri 

‎Selain melakukan pembinaan terkait bahan baku, kegiatan di Ponpes Al-Markaz juga diisi dengan berbagai agenda sosial dan edukatif.

‎BGN bersama pihak pesantren menggelar santunan bagi 200 santri, sekaligus melakukan kegiatan simbolis berupa penanaman dan pemanenan hasil bumi dari perkebunan lokal yang ada di lingkungan pesantren. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi tentang pentingnya ketahanan pangan lokal serta pemanfaatan potensi pertanian daerah untuk mendukung program gizi nasional.

‎Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta yang terdiri dari santri, perwakilan dapur gizi, serta kelompok tani turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga menjelang waktu berbuka puasa bersama.

‎Rapat Koordinasi Besar Dapur Gizi SPPG

‎Masih dalam rangkaian kegiatan Sinergi Ekonomi Rakyat, pada malam harinya digelar rapat koordinasi besar yang berlangsung di Aston Serang Hotel & Convention Center. Acara ini dihadiri sekitar 600 peserta yang berasal dari berbagai unsur pendukung program MBG, di antaranya: Kepala dapur SPPG Pengawas gizi Pengawas keuangan Juru masak dapur program MBG Yayasan dan mitra pelaksana Koordinator wilayah se-Provinsi Banten Perwakilan Kareg dan KPPG.

‎Selain itu, kegiatan juga dihadiri sejumlah tamu undangan penting, termasuk Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, S.Sos. Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan program MBG di wilayah Banten, khususnya di Kota Serang dan Kota Cilegon.

Berita Terkait:  Pemerintah Perkuat Program MBG, Bekasi Didorong Jadi Contoh Upaya Cegah Stunting

‎Diskusi Terbuka untuk Penguatan Program MBG

‎Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka antara narasumber, peserta, dan tamu undangan. Forum ini dimanfaatkan untuk berbagai agenda penting, antara lain: Evaluasi operasional dapur, SPPG Peningkatan kualitas bahan baku pangan Penguatan standar keamanan pangan, Berbagi pengalaman pengelolaan dapur gizi, Penyampaian berbagai tantangan di lapangan

‎Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta saling bertukar informasi dan pengalaman demi memastikan program MBG berjalan optimal. BGN berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, pelaksana program, dan pelaku ekonomi rakyat.

‎Program MBG Dorong Ekonomi Rakyat 

‎Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan pelaku usaha pangan daerah, kebutuhan bahan baku program MBG diharapkan dapat dipenuhi dari produksi lokal.

‎Dengan demikian, program ini mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian rakyat di berbagai daerah. BGN menilai sinergi antara dapur gizi SPPG dan kelompok tani menjadi salah satu kunci keberhasilan program MBG secara berkelanjutan.

‎Melalui standarisasi bahan baku, peningkatan koordinasi, serta keterlibatan berbagai pihak, program MBG diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesi. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca