Scroll untuk baca artikel
NewsPemerintahan

BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG, Ribuan Lainnya Masih Diperiksa

×

BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG, Ribuan Lainnya Masih Diperiksa

Sebarkan artikel ini
504 dapur MBG ditutup permanen, Kepala BGN Sudaryono bilang keamanan pangan tak bisa ditawar.
504 dapur MBG ditutup permanen, Kepala BGN Sudaryono bilang keamanan pangan tak bisa ditawar.

Suarapena.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen 504 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Penutupan dilakukan setelah dapur-dapur tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar sanitasi berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, data tersebut merupakan laporan Dinas Kesehatan dari seluruh Indonesia yang disampaikan melalui Kementerian Kesehatan. Hingga Senin (10/8/2026), terdapat 504 dapur yang dinyatakan tidak layak secara sanitasi dan kemudian ditutup permanen.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Sampai tanggal 10 hari Senin, itu ada 504 dapur, menurut laporan dari Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang dilaporkan melalui Kementerian Kesehatan, ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak untuk kemudian secara sanitasi,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Berita Terkait:  Program Makan Bergizi Gratis Digenjot di Bekasi: Anak Sehat, UMKM Ikut Berdaya!

Selain 504 dapur yang telah ditutup, BGN masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sekitar 3.000 dapur lainnya yang telah mendaftar untuk menjalankan program MBG.

Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan di masing-masing daerah. BGN, kata Sudaryono, akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, termasuk menghentikan operasional dapur yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Meski demikian, Sudaryono meminta proses pemeriksaan tidak dilakukan secara terburu-buru dengan mengesampingkan standar keamanan pangan.

Menurut dia, persoalan sanitasi bukan sekadar masalah administratif. Keamanan makanan dalam program MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.

“Sisanya ada sekitar 3.000 yang saat ini sudah mendaftar, sekarang sedang dicek oleh Dinas Kesehatan masing-masing, yang kemudian kami tunggu manakala dia tidak layak, maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita,” kata Sudaryono.

Berita Terkait:  Ranny Bilang MBG Investasi Pemerintah untuk Generasi Emas, Ajak Masyarakat Terlibat Aktif

Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan yang membantu melakukan pengawasan terhadap dapur MBG.

Ia menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami sampaikan ungkapan apresiasi dan rasa terima kasih kami dari Badan Gizi Nasional. Yang intinya kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero toleran terhadap adanya kasus keracunan kemudian di kemudian hari,” ujar dia.

BGN memastikan aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG. Pemeriksaan terhadap ribuan dapur yang masih berproses diharapkan dapat memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar kelayakan dan keamanan yang telah ditetapkan. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca