SUARAPENA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Bazanas) Kabupaten Kebumen, menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa zakat, infaq, dan shodaqoh tahap I, tahun 2021 untuk tujuh kecamatan, yakni Adimulyo, Kuwarasan, Buayan, Gombong, Sempor, Rowokele, dan Ayah.
Ketua Plt Baznas Kebumen Djatmiko mengatakan, bantuan zakat, infaq, dan shodaqoh tahap I, tahun 2021 nilainya sebesar Rp820 juta. Besaran uang tersebut digunakan untuk berbagai hal.
“Bantuan itu diberikan di antaranya untuk kesehatan masyarakat, untuk biaya pendidikan siswa kurang mampu baik SD ataupun MI, ada beda rumah, ada Bantuan Langsung Tunai, pemberian sembako dll,” ujar Djatmiko di Gedung PKK Kebumen, Kamis (18/3/2021).
Djatmiko yang kini telah mengakhiri tugas sebagai Ketua Plt Baznas Kebumen berharap ke depan, Baznas terus berkomitmen untuk terus membantu masyarakat dengan berbagai macam aksi sosialnya. Sebab, banyak rakyat miskin di Kebumen yang masih membutuhkan bantuan.
“Mereka butuh ditolong dengan uluran tangan kita,” ujar Djatmiko.
Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang hadir dalam acara penyerahan bantuan zakat, infaq, dan shodaqoh ini menyatakan, pihaknya berterima kasih kepada kerja dan dedikasi tinggi yang sudah dilakukan Djatmiko sebagai Plt Baznas.
“Saya merasakan banyak kemajuan di Baznas selama dipimpin saudara kita Bapak Djatmiko. Lembaga ini telah banyak membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan. Saya mengapresiasi kerja dan dedikasi beliau,” ucap Bupati Arif.
Waktu masih menjadi Wakil Bupati Kebumen dan menjadi Ketua Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Bupati merasakan bagaimana, pemerintah kerap dibantu dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan di Kebumen.
“Misalnya dulu kita ada masyarakat miskin yang sakit dan butuh segera pertolongan, tapi dia belum tercover dalam bantuan BPJS Kesehatan. Mau tidak mau Baznas yang akhirnya turun tangan. Dan itu sering dilakukan,” terang Bupati.
Karena itu, ke depan, Bupati Arif berharap dengan selesainya masa jabatan Djatmiko dan hadirnya lima pimpinan Baznas yang baru, pemerintah dan Baznas bisa tetap menjalin kerjasama yang baik, untuk saling menguatkan dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Kebumen.
“Kami harap sinergi tetap bisa terjalin, dan kita pemerintah akan bekerja keras bagaimana menghapus daftar Kebumen sebagai kabupaten terkaya ke 35 di Provinsi Jawa Tengah,” jelas Bupati Arif. (sng/prokopim)










