Scroll untuk baca artikel
Headline

Darurat Medis, RS Mekar Sari Sosialisasikan Bantuan Hidup Dasar

×

Darurat Medis, RS Mekar Sari Sosialisasikan Bantuan Hidup Dasar

Sebarkan artikel ini
Bantuan Hidup Dasar - RS Mekar Sari
Direktur Rumah Sakit Mekar Sari, Eko S Nugroho bersama wartawan dalam kegiatan Basic Life Support Training for Journalist, di Aula RS Rumah Sakit Mekar Sari, Rabu (24/5/2017). Foto: Adien / Suarapena.com

SUARAPENA.COM – Sebagai salah satu langkah sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Kota Bekasi, Rumah Sakit (RS) Mekar Sari Kota Bekasi, Jawa Barat berikan pembekalan BHD kepada wartawan yang bertugas di Bekasi.

“Kedepannya, semoga Rumah Sakit Mekar Sari memiliki share community dengan radius 5 kilometer dari Rumah Sakit Mekar Sari,” kata Direktur Rumah Sakit Mekar Sari, Eko S Nugroho dalam kegiatan Basic Life Support Training for Journalist, di Aula RS Rumah Sakit Mekar Sari, Rabu (24/5/2017).

Setelah melakukan sosialisasi dan pembekalan bantuan hidup dasar kepada wartawan, pihak RS Mekar Sari berencana bakal melanjutkan sosialisasi di sekitar lokasi rumah sakit hingga di tingkat RT/RW.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Eko menjelaskan, BHD atau disebut juga Basic Life Support (BLS) merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu, untuk menolong kedaruratan pra rumah sakit. Kemampuan bantuan hidup dasar, lanjutnya, bukan saja harus dimiliki oleh tenaga medis, tetapi juga oleh tenaga non medis.

Bantuan hidup dasar dilakukan dengan tiga fase, dengan sembilan langkah yakni diantaranya mengamankan diri sendiri, pasien, dan lingkungan, langkah memberikan nafas buatan, hingga memanggil bantuan.

Sosialisasi bantuan hidup dasar ini sendiri dilakukan untuk menekan angka kematian yang terjadi ketika pasien dalam perjalanan ke rumah sakit. “Sebab 60 persen pasien meninggal dunia dalam perjalanan, dan 40 persen di tempat kejadian,” bebernya.

Pada kesempatan pembekalan bantuan hidup dasar, peserta diberikan pembelajaran mengenai langkah menangani kedaruratan medis, sambil menunggu bantuan medis tiba di lokasi. Ada tiga prinsip dalam manajemen kedaruratan medis yang disosialisasikan yakni Siap, Cepat, dan Tepat. (sng)