Scroll untuk baca artikel

Sejarah

Day & Night at the Museum: Menjelajah Museum Geologi Bandung

×

Day & Night at the Museum: Menjelajah Museum Geologi Bandung

Sebarkan artikel ini
Pengunjung Museum Geologi Bandung

Suarapena.com, BANDUNG – Kota Bandung, yang selalu memikat dengan pesona wisata dan budayanya, kembali menghadirkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Salah satunya adalah acara bulanan yang tak boleh dilewatkan: “Day & Night at the Museum.”

Setiap minggu pertama setiap bulan, Museum Geologi Bandung di Jalan Diponegoro menggelar acara istimewa ini.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pengunjung dapat menjelajahi museum di malam hari, menikmati suasana syahdu dan romantis, serta mengeksplorasi setiap sudutnya bersama keluarga tercinta.

Berita Terkait:  Mengungkap Keunikan Museum di Indonesia, Sebuah Perjalanan Melintasi Waktu dan Imajinasi

Selain kunjungan biasa, acara ini menawarkan berbagai kegiatan menarik. Ada talkshow yang membahas isu-isu kesehatan mental, bermain dan belajar untuk anak-anak, lomba-lomba seru, bazar, dan kuliner lezat.

Kegiatan Day & Night at the Museum bertujuan untuk mengubah persepsi tentang museum sebagai tempat kuno dan menyeramkan. Karena di sini, pengunjung akan merasakan kesenangan dan keasyikan saat berkeliling.

Untuk harga tiket masuk bagi pelajar/mahasiswa hanya Rp. 2.000, Rp. 3.000 untuk umum, dan Rp. 10.000 untuk WNA.

Berita Terkait:  Teriakan "Siap!" Menggema di Museum Kavaleri, Pelajar Bandung Antusias Belajar Sejarah

Adapun jam buka Day & Night at the Museum: Setiap minggu pertama awal bulan, pukul 09.00 – 22.00 WIB.

Kunjungan biasa: Senin sampai Kamis, pukul 09.00 – 15.00 WIB. Tutup pada Jumat. Sabtu dan Minggu, buka pukul 09.00 – 14.00 WIB.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi berkeliling museum di malam hari bersama orang tersayang! (sp/mis)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca