Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Lampaui Target, Museum Batik Pekalongan Catat 48 Ribu Pengunjung di 2024

×

Lampaui Target, Museum Batik Pekalongan Catat 48 Ribu Pengunjung di 2024

Sebarkan artikel ini
Pengunjung Museum Batik Pekalongan.

Suarapena.com, PEKALONGAN – Museum Batik Pekalongan mencatat pencapaian luar biasa di penghujung tahun 2024 dengan jumlah pengunjung yang melampaui target, mencapai 48 ribu orang, jauh melebihi sasaran awal yang hanya 28 ribu.

Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, menyampaikan kebanggaannya atas hasil tersebut.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Ia menyebut pencapaian spektakuler ini bukan hanya hasil kerja keras tim museum, tetapi juga berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk program Pemerintah, terutama Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Program ini dinilai telah berhasil mendorong pelajar untuk lebih mengenal dan belajar membatik secara langsung.

“Kenaikan pengunjung yang signifikan ini tak lepas dari peran P5, media sosial, kolaborasi dengan influencer, serta kemitraan dengan lembaga pendidikan,” ujar Nurhayati, Selasa (31/12/2024).

Berita Terkait:  Liburan Kamu Kemana? Mending ke Museum, Jadi Bisa Tau Jejak Sejarah Perkeretaapian

Tak hanya pengunjung yang meningkat, Museum Batik Pekalongan juga berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan pendapatan mencapai Rp200 juta, museum ini melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp150 juta.

Museum ini juga terus memperkaya koleksinya, dengan penambahan 15 lembar kain batik baru yang semakin memperkaya wawasan pengunjung tentang keragaman batik di Indonesia.

“Kami berharap pada tahun depan jumlah pengunjung akan terus meningkat. Kami optimis Museum Batik Pekalongan akan terus menjadi pusat edukasi dan pelestarian batik,” tambah Nurhayati.

Berita Terkait:  Menelusuri Sejarah dan Kekayaan Budaya di Museum Sri Baduga

Seorang pengunjung, Rania, berbagi pengalaman bahagianya saat mengunjungi museum ini. Ia mengaku senang bisa belajar langsung membatik di sini dan hasilnya dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

“Liburan sekolah saya diajak saudara untuk melihat koleksi batik dari seluruh nusantara. Saya juga senang bisa langsung belajar membatik, dan hasilnya bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” kata Rania.

Dengan berbagai upaya yang terus berkembang, Museum Batik Pekalongan kini semakin dikenal sebagai destinasi edukatif yang tak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mengundang perhatian masyarakat luas untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya Indonesia, terutama batik. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca