Suarapena.com, BANDUNG – Dalam rangka mencari solusi permasalahan kesehatan di Kota Bandung, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung mengadakan kompetisi Bandung Datathon 2023. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu 5-6 September 2023, di Hotel Mutiara.
Bandung Datathon 2023 mengambil tema Transforming Public Health Service dari dimensi smart health. Tema ini dipilih sesuai dengan kebutuhan setelah pandemi Covid-19, agar pemerintah bisa memberikan layanan kesehatan yang efektif kepada masyarakat.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, mengatakan bahwa Bandung Datathon 2023 merupakan salah satu upaya untuk menjaring ide-ide inovatif dari generasi Z yang belum memiliki KTP-El. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan serupa, seperti SMA Taruna Bakti dan SMA Pasundan 7.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi siswa yang akan mengurus KTP-El dan IKD (Identitas Kependudukan Digital). Dengan datang langsung ke sekolah, mereka tidak perlu repot-repot ke kantor Disdukcapil atau kecamatan. Cukup dengan membawa fotokopi akta kelahiran dan KK (Kartu Keluarga), mereka bisa langsung melakukan perekaman,” ujar Rudi.
Peserta Bandung Datathon 2023 berjumlah 50 orang yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti pegiat kesehatan, data analis, pegiat bisnis, dan UI/UX. Mereka dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing terdiri dari lima orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.
Selama dua hari, para peserta akan berlomba-lomba untuk menghadirkan ide terbaik yang bisa memenuhi indikator penjurian. Ide tersebut harus sustainable, kreatif, dan bisa diterapkan oleh pemerintah.
Salah satu contoh ide yang pernah dihasilkan dari Bandung Datathon adalah tombol knob untuk menyalakan lampu merah di lokasi penyeberangan Balai Kota. Ide tersebut dianggap sebagai solusi sederhana namun efektif untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki.
Bandung Datathon 2023 diharapkan bisa melahirkan ide-ide serupa yang bisa membantu pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat Kota Bandung. (Din)










