Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid angkat suara, minta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah lima peserta pelatihan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia.
Menurut Nurdin, evaluasi diperlukan untuk memastikan aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama tanpa mengurangi kualitas pelatihan dalam mempersiapkan sumber daya manusia pengelola koperasi.
“Kami ikut berduka cita yang mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan. Mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia,” kata Nurdin dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Nurdin mengatakan, SPPI merupakan program strategis yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih. Program tersebut diharapkan mampu mendukung penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional.
Karena itu, ia menilai pelaksanaan program harus tetap mengedepankan keselamatan peserta di samping pembentukan kompetensi yang dibutuhkan.
Selain aspek keselamatan, Nurdin juga meminta pemerintah menyempurnakan kurikulum pelatihan agar lulusan SPPI memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut dia, materi pelatihan perlu diperkuat, baik dari sisi kompetensi teknis maupun manajerial. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan melakukan stock opname, pengelolaan persediaan barang, visual merchandising, strategi pemasaran dan penjualan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, hingga penguasaan akuntansi, audit, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.
“Penguasaan berbagai kemampuan tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun koperasi desa yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi terhadap SPPI dapat menghasilkan perbaikan tata kelola pelatihan secara menyeluruh sehingga kualitas penyelenggaraan program semakin baik dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta.
Menurut Nurdin, keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada besarnya investasi pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang disiapkan untuk mengelola koperasi secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga ekonomi yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” kata dia. (r5/we)










