Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jakarta

Guru dan Nelayan Kepulauan Seribu Diundang ke Istana

×

Guru dan Nelayan Kepulauan Seribu Diundang ke Istana

Sebarkan artikel ini
Guru dan nelayan Kepulauan Seribu diundang ke Istana untuk ikut upacara HUT ke-81 RI.
Guru dan nelayan Kepulauan Seribu diundang ke Istana untuk ikut upacara HUT ke-81 RI.

Suarapena.com, JAKARTA – Sejumlah guru dan nelayan dari Kepulauan Seribu mendapat kesempatan mengikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.

Undangan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi warga dari pulau-pulau yang berada di utara Jakarta. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Pulau Sabira dan Pulau Harapan.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Salah satu penerima undangan adalah Welni Agnes, guru SMPN 1 Atap Dua, Pulau Sabira.

Welni mengaku sempat mengira kabar mengenai undangan ke Istana Merdeka hanya sebuah gurauan. Terlebih, saat menerima kabar tersebut, dirinya baru saja keluar dari rumah sakit.

“Saya pikir bercandaan karena kan sebelumnya saya baru keluar dari rumah sakit, saya pikir mungkin biar saya cepat sembuh. Ternyata benar,” ujar Welni dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Kesempatan itu terasa semakin bermakna karena Welni sebelumnya pernah mencoba mendaftarkan diri untuk mengikuti upacara di Istana Merdeka pada tahun lalu. Namun, saat itu ia belum mendapatkan kesempatan.

“Jadi saya merasa bersyukur karena ini kali pertama saya diajak untuk ikut mengikuti upacara bendera. Karena tahun lalu saya pun mencoba untuk mendaftarkan diri, saya tidak keterima. Saya mengucapkan terima kasih,” katanya.

Berita Terkait:  Teknologi di Era Digital: Mendekatkan Umat kepada Allah atau Justru Menjauhkan?

Welni berharap kesempatan mengikuti upacara di Istana Merdeka juga dapat dirasakan oleh guru-guru lain dari Kepulauan Seribu pada tahun-tahun mendatang.

Ia juga menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo Subianto agar selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas memimpin Indonesia.

“Saya berharap next tahun depan mungkin ada teman-teman guru yang bisa diundang lagi, dan Bapak tetap sehat, semangat, dan jangan sakit. Itu, paling penting jangan sakit, karena memimpin negara kita ini susah menurut saya,” ucap Welni.

Sementara itu, Kepala SMPN 285 Jakarta Ririn Yuniarsih menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di Kepulauan Seribu.

Menurut Ririn, kondisi geografis tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak di wilayah kepulauan untuk mendapatkan kesempatan yang berbeda.

“Anak pulau tidak berbeda dengan anak di seluruh Nusantara,” tegas Ririn.

Undangan mengikuti upacara kemerdekaan juga diterima sejumlah nelayan dari Pulau Harapan dan Pulau Sabira, di antaranya Sama, Ali Kurniawan, dan Najib.

Bagi Ali Kurniawan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang akan dikenang dan diceritakan kepada keluarganya.

Berita Terkait:  Guru Jadi Sorotan dalam Kunjungan Kerja Komisi X, Revisi UU Sisdiknas Disiapkan

Ia ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa meski dirinya bekerja sebagai nelayan, ia pernah mendapat kesempatan menghadiri upacara kemerdekaan secara langsung di Istana Merdeka.

“Saya terutama cerita kepada keluarga, anak-anak saya, walaupun orang tuanya nelayan, tapi saya akan ceritakan Bapak pernah menghadiri upacara di Istana Merdeka,” kata Ali.

Hal serupa dirasakan Najib, nelayan asal Pulau Sabira. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa mendapat undangan untuk menghadiri upacara di Istana.

“Saya berterima kasih banyak kepada Bapak Presiden karena ya kan kalau dipikirkan gak mungkin kan orang seperti kita, orang kecil seperti saya ini mau dipanggil ke sana kan. Jadi ini terima kasih banyak dan sangat senang lah,” ujar Najib.

Bagi para guru dan nelayan tersebut, kesempatan hadir di Istana Merdeka bukan sekadar menghadiri sebuah upacara kenegaraan.

Momen itu menjadi pengalaman yang mempertemukan warga dari pulau-pulau di utara Jakarta dengan pusat perayaan kemerdekaan Indonesia.

Lebih dari itu, cerita mereka memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan rasa kebersamaan dan kesetaraan bagi seluruh warga negara, termasuk mereka yang menjalani kehidupan jauh dari daratan Jakarta. (sp/stg)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca