Scroll untuk baca artikel
HeadlineNewsPar-Pol

DPR Dukung Langkah BGN Tutup Permanen Dapur SPPG yang Lalai dalam Program MBG

×

DPR Dukung Langkah BGN Tutup Permanen Dapur SPPG yang Lalai dalam Program MBG

Sebarkan artikel ini
BGN tutup permanen dapur SPPG yang lalai dalam program MBG, dapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.
BGN tutup permanen dapur SPPG yang lalai dalam program MBG, dapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengapresiasi langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan menutup permanen dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyebab kejadian luar biasa (KLB) keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya mengapresiasi kebijakan baru BGN. SPPG yang terbukti menyebabkan KLB keracunan dalam pelaksanaan Program MBG harus ditutup secara permanen,” ujar Charles dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sebelumnya, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan dapur yang terbukti lalai akan dihentikan operasionalnya. BGN menilai kejadian keracunan sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.

Berita Terkait:  Program MBG Presiden Prabowo Terus Disosialisasikan DPR dan BGN di Bekasi

Charles menyebut kebijakan itu menunjukkan keseriusan pemerintah melindungi kesehatan anak-anak. Ia juga mendukung pembenahan tata kelola Program MBG, termasuk penerapan petunjuk teknis baru dan kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi semua SPPG.

Namun, Charles mengingatkan bahwa kasus keracunan masih sering terjadi.

“Data yang saya terima, hampir 20 ribu anak menjadi korban keracunan makanan dalam program ini. Ini alarm serius yang tidak bisa diabaikan,” tegasnya.

Berita Terkait:  DPR dan Pemerintah Pastikan Program MBG Aman-Terus Diperkuat

Politisi PDIP itu menegaskan, pengawasan program harus diperketat dan kualitas pangan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target kuantitas.

“Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas utama. Program MBG bukan sekadar distribusi makanan, tapi intervensi gizi yang harus dikelola dengan tanggung jawab tinggi,” pungkasnya. (r5/aha)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca