Scroll untuk baca artikel
HeadlineParlemen dan Politik

DPR RI Angkat Suara Terkait Kasus Meninggalnya Siswa SMA Taruna Nusantara

×

DPR RI Angkat Suara Terkait Kasus Meninggalnya Siswa SMA Taruna Nusantara

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Reni Marlinawati, Ketua Fraksi PPP DPR RI, dan Anggota Komisi X DPR RI angkat suara terkait meninggalnya siswa SMA Taruna Nusantara, Krisna Wahyu Nurachmad pada Jumat (31/3/2017).

Reni menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya siswa SMA Taruna Nusantara atas nama Krisna Wahyu Nurachmad. Meninggalnya Alm. Krisna Wahyu yang tidak wajar ini, diharapkannya agar aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap siapa pelakunya.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Saya juga mendorong  agar pelaku mendapat sanksi yang setimpal agar  memberi efek jera. Saya yakin aparat penegak hukum dalam waktu yang tidak lama dapat mengungkap siapa pelaku atas meninggalnya Alm. Krisna Wahyu Nurachmad,” kata dia dalam pernyataan, Sabtu (1/4/2017).

Menururnya, peristiwa ini melengkapi berbagai peristiwa yang sebelumnya telah terjadi di berbagai daerah dengan melibatkan pelajar, baik sebagai pelaku maupun sebagi korban kekerasan.

Berbagai peristiwa ini, lanjutnya, menjadi peringatan bagi seluruh stakeholder di dunia pendidikan untuk merumuskan dan melakukan tindakan nyata, untuk menyudahi aksi kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan kita.

Reni menilai, penenanaman pendidikan akhlak termasuk Pancasila terhadap anak didik harus ditanamkan secara benar. Selain itu juga harus dipastikan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, lingkungan harus dipastikan steril dari paparan negatif yang dapat dicontoh oleh pelajar. Medium paparan negatif mulai dari tontonan televisi dan konten siber harus secara tegas ditindak oleh aparat negara.

Dia menambahkan, persoalan tontonan yang memberi pengaruh negatif terhadap anak usia pelajar ini seperti virus yang telah merusak sendi peradaban masyarakat Indonesia.

“Kita semua harus menyelesaikan persoalan ini dengan tuntas, agar persoalan yang menimpa pelajar dan dunia pendidikan kita tidak menjadi gunung es yang bakal merusak dan mengoyak kehidupan kebangsaan kita,” tandasnya. (sng)