“Ada tentu pikiran kritis seperti yang disampaikan. Tentu sisi yang lain mereka juga punya solusi bahwa prosesnya masih berlangsung, karena mahasiswa tentu saja perlu dilakukan terus-menerus dan bimbingan,” ungkapnya.
Maka, lanjut Ganjar, satu data Indonesia itu merupakan hal penting. Mahasiswa yang memiliki intelektualitas, ilmu, metodologi, dan prosesnya bisa berkontribusi untuk menuntaskan.
“Mahasiswa bisa mengambil itu (ikut mengawasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran). Atau empowering untuk mendorong, mereka yang membutuhkan bisa didampingi. Itu juga bisa. Mereka bisa berkontribusi. Bahkan mulai dari yang kecil ya, soal data di desa melalui kuliah kerja nyata, di lingkungannya, atau di kampusnya,” katanya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Boyolali sempat melontarkan pertanyaan kepada Ganjar tentang bagaimana memulihkan kewibawaan negara. Sebab, kewibawaan negara dinilai semakin merosot karena banyak kasus yang tidak tuntas salah satunya tentang pelanggaran HAM.
“Ya negara harus mengembalikan kewibawaannya. Ada kasus ya harus segera diselesaikan. Mengembalikan sesuatu dengan cepat itu penting,” jawab Ganjar.










