Scroll untuk baca artikel
Suara Sulsel

Gelar Job Fair, Ribuan Kuota Disiapkan Kemnaker

×

Gelar Job Fair, Ribuan Kuota Disiapkan Kemnaker

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

SUARAPENA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan menggelar Job Fair Virtual selama tiga hari berturut-turut (Senin-Rabu).

Job fair virtual ini diikuti oleh 68 perusahaan. Sebanyak 5.500 kuota untuk para pelamar dibuka.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Ada 174 jabatan (inklusi, disabilitas, dan non-disabilitas) di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menanti para pelamar.

Berbagai sektor seperti retail, percetakan, perhotelan, restoran, pertambangan, perbankan, dan konstruksi ikut andil dalam membuka lapangan pekerjaan bagi para pelamar.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, Job fair ini dilakukan sebagai upaya dalam menjembatani antara demand dan supply ketenagakerjaan.

Berita Terkait:  HUT RI ke-75, Rahmat Effendi: Kita Berjuang Lawan Kemiskinan

Di samping itu, juga agar terbangun situasi link and match yang semakin kondusif di wilayah tersebut.

“Jadi job fair virtual ini (diharapkan) mampu mengakomodir yang namanya tuntutan permintaan angkatan kerja dan langsung mendapatkan pekerjaan,” ujar Sekjen Anwar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/8/2022).

Tak hanya di Sulawesi Selatan, Anwar menyebut pihaknya kedepan akan menyelenggarakan Job fair seperti ini lagi di provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia.

Harapannya, agar semakin banyak pencari kerja yang mendapatkan pekerjaan dan pemberi kerja yang memperoleh pekerjanya.

“Keberhasilan yang dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan ini akan saya sampaikan ke tempat-tempat lain, biar tempat-tempat lain juga mengikuti keberhasilan yang kita lakukan,” ucap Anwar.

Berita Terkait:  Kementerian PANRB Minta ASN Edukasi Warga Mengenai Pentingnya Pemakaian Masker

Lebih lanjut, Anwar menilai bahwa saat ini dunia ketenagakerjaan di hadapkan pada tiga tantangan yang perlu direspons secara cepat.

Tiga tantangan yang dipetakan oleh dirinya diantaranya yaitu bonus demografi, disrupsi teknologi digital, dan tidak kurang dari 50 persen angkatan kerja Indonesia diisi generasi milenial dan generasi Z.

Lantaran hal itulah tantangan-tantangan ini harus direspons dan dikelola dengan baik. Salah satunya yaitu dengan memiliki sistem untuk mengkomunikasikan antara demand dan supply yang namanya Pusat Pasar Kerja.

“Jadi Pusat Pasar kerja ini kita ingin menghadirkan bahwa ketenagakerjaan ini seperti pasar. Mereka ada demand dan supply dari sisi ketenagakerjaan,” ungkapnya. (Pr/cr29)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca