“Pada kenyataannya, BUMD Kota Bekasi seperti PD Mitra Patriot yang mendapatkan penambahan modal dari pemerintah Kota Bekasi tidak mampu menjalankan amanat dari PP tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) Kota Bekasi mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp20 miliar dari Pemkot Bekasi. Sayangnya, dari tahun ke tahun perusahan selalu merugi.
“Pada tahun 2020 mengalami kerugian lebih dari Rp3 miliar, dan tahun 2021 mengalami kerugian lebih dari Rp2 miliar,” kata Ilham.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, PDMP menyampaikan tiga tuntutan yakni:
1. Mendukung Pemerintah Kota Bekasi untuk mengevaluasi seluruh BUMD di Kota Bekasi.
2. Mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk menutup dan membubarkan BUMD di Kota Bekasi yang terindikasi tidak efektif memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi, dan berpotensi dapat merugikan Pemerintah Kota Bekasi.










