Scroll untuk baca artikel
News

Gerbang Sementara KM 99 Arah Bandung Dioperasikan Situasional

×

Gerbang Sementara KM 99 Arah Bandung Dioperasikan Situasional

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.com – Guna mengurai kepadatan di Jalam Tol Purbaleunyi, PT Jasa Marga operasikan gerbang sementara KM 99 arah Bandung, Jumat (10/3/2017).

Dwimawan Heru selaku AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan, kondisi lalu lintas di Jalan Tol Purbaleunyi sejak KM 81 hingga keluar Jatiluhur (KM 84) Jalan Tol Purbaleunyi siang ini terpantau padat.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Kepadatan yang beberapa kali terjadi tersebut, disebabkan kondisi jalan arteri di wilayah Cijantung – Gunung Putri menyebabkan laju kendaraan golongan II-V yang akan keluar dari Pintu Tol Jatiluhur menuju jalan nasional Purwakarta-Padalarang melambat. Kepadatan di jalan nasional berimbas hingga jalur utama di jalan tol,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Mulai Hari Ini, Jembatan Cisomang Dibuka untuk Seluruh Golongan Kendaraan

Jasa Marga Cabang Purbaleunyi mulai hari ini secara situasional mengoperasikan gerbang sementara tersebut dengan memperhatikan tingkat kepadatan kendaraaan golongan II- III yang akan keluar di GT Jatiluhur.

Jika terjadi kepadatan arah keluar GT Jatiluhur, lanjutnya, petugas Jasa Marga di lapangan akan mengarahkan kendaraan golongan II dan III untuk keluar di GT Sawit, sampai kepadatan terurai.

Berita Terkait:  Kendaraan Melebihi Muatan Bisa Dikeluarkan Dari Jalan Tol

Dia menambahkan, pengguna jalan tol yang akan menggunakan akses GT Sawit diharapkan tetap waspada dan berhati-hati. Hal ini mengingat keterbatasan kondisi geometrik jalan, terutama untuk kendaraan jenis truk berukuran besar.

Berita Terkait:  PT Trans Marga Jatim Pasuruan Uji Coba Tol Gempol-Pasuruan Segmen Bangil-Rembang

“Pengoperasian GT Sawit diharapkan dapat efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi, setelah sebelumnya dilakukan rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi arus kendaraan truk golongan II-III yang menuju ke arah Bandung, lalu pemberlakukan contra flow mulai dari km 80 – km 84, dan pengalihan arus lalin kendaraan berat golongan IV-V dari Bandung menuju Jatiluhur keluar melalui Sadang,” terang Heru. (sng)