Suarapena.com, TEMANGGUNG – Harga cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengalami penurunan drastis setelah sempat menyentuh angka Rp80.000 per kilogram.
Kini, harga cabai sret merah jenis ori hanya Rp36.000 per kilogram, sedangkan jenis RM Rp32.000 per kilogram.
Penurunan harga ini terjadi setelah perayaan Natal dan tahun baru yang membuat permintaan cabai menurun. Sri Darwanti, seorang petani warga Desa Manding, mengatakan bahwa harga cabai turun dua kali dalam kurun waktu sebulan.
“Setelah Natal dan tahun baru kemarin, harga cabai turun dua kali. Dari semula Rp80.000 per kilogram, kemudian turun Rp50.000, kemudian sekarang Rp36.000,” ujarnya, Selasa (9/1/2024).
Ia menambahkan, ada perbedaan harga antara cabai sret merah jenis ori dan RM, meski sama-sama sret.
“Kalau yang ori itu Rp36.000 per kilogram, sedangkan RM Rp32.000 per kilogram. Ada selisih Rp4-5 ribu per kilogram,” katanya.
Selain harga yang anjlok, petani cabai juga menghadapi tantangan lain, yaitu serangan penyakit patek dan busuk batang yang mulai menyerang tanaman cabai.
Sri mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi penyakit tersebut, seperti memberi pupuk tambahan dan menyemprot obat pestisida.
“Musim hujan itu sangat berpengaruh pada tanaman, penyakit patek sama busuk batang. Kalau kena patek bisa parah, karena belum ada obat pengendali. Kalau busuk batang itu bisa menular, sangat cepat kalau tidak diobati,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Temanggung, Entargo Yutri Wardono, mengatakan bahwa harga cabai sempat naik karena musim kering kemarin sedikit petani di Temanggung yang panen. Ditambah permintaan cabai tinggi saat perayaan Natal dan tahun baru.
“Memang kondisinya sekarang sudah mulai banyak yang menanam cabai dan panen juga banyak, di samping kebutuhannya menurun, kemarin puncaknya di Nataru, sehingga permintaan tinggi. Tetapi sekarang permintaan berkurang dan produknya cukup tinggi,” jelasnya.
Entargo menjamin ketersediaan cabai di Temanggung, karena luas tanam mencapai 11 ribu hektare, dan sekarang sebagian sudah mulai panen. Ia memperkirakan harga cabai akan naik lagi menjelang bulan Ramadhan dan Idulfitri. “Pasti ada kenaikan harga lagi,” pungkasnya. (sp/pr)










