Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Pemkab Temanggung Siaga Bencana di Musim Hujan, Ini Langkah Antisipasinya

×

Pemkab Temanggung Siaga Bencana di Musim Hujan, Ini Langkah Antisipasinya

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di musim hujan tahun 2024.

Beberapa wilayah yang kerap menjadi perhatian yakni di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau yang berkontur pegunungan rawan terkena tanah longsor dan angin ribut.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Penjabat (Pj) Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo, mengatakan bahwa langkah antisipasi bencana harus dilakukan sejak dini. Dia meminta para camat untuk memantau kondisi di wilayah masing-masing dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Koordinasi dengan para kades, lakukan secara intensif. Lakukan langkah cepat dan selalu berkoordinasi dengan Kepala BPBD untuk asesmen. Camat bisa melakukan antisipasi di lapangan, cek kondisi. Saya pun akan selalu melakukan pengecekan kondisi lapangan, apabila memang mengkhawatirkan,” ujarnya baru-baru ini, Selasa (9/1/2024).

Berita Terkait:  Bupati Temanggung Ajak Sekolah Manfaatkan Potensi Lokal, Soal Kurang Guru Akan Surati Presiden

Hary juga meminta BPBD yang memiliki jejaring luas termasuk dengan para relawan, agar meningkatkan kesiapsiagaan, dan bisa memberikan masukan kepada para pemangku wilayah, seperti camat.

“Di sini kita saling memberi saran masukan. Cek seluruh ranting pohon yang sekiranya membahayakan, melintang jalan misalnya. Ingatkan warga untuk membuang sampah pada tempatnya, kalau buang sampah di sungai kalau hujan mampet airnya bisa banjir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Toifur Hadi, mengatakan bahwa komunikasi BPBD dengan pihak kecamatan sudah terjalin dengan baik. Sehingga, jika ada kejadian bencana, bisa ditangani dengan cepat.

Berita Terkait:  Jelang Idul Fitri 1444 H, Jalur Mudik di Temanggung Segera Diperbaiki

“Kami sudah melakukan monitoring terkait kebencanaan. Saat ini, kami masih memiliki bronjong penahan banjir, serta logistik. Persediaan itu dapat digunakan, jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” tuturnya.

Menurut data BPBD Kabupaten Temanggung, sepanjang tahun 2023 terjadi 23 kejadian bencana alam di wilayah tersebut, yang meliputi tanah longsor, banjir, angin puting beliung, dan kebakaran hutan. Bencana tersebut mengakibatkan kerugian materi sebesar Rp 2,5 miliar dan korban jiwa sebanyak 12 orang. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca