Suarapena.com, JAKARTA – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa Posko untuk tanggap darurat sudah beroperasi.
Semua informasi bisa terpusat satu pintu agar tidak ada simpang siur data.
Posko darurat juga berfungsi sebagai tempat koordinasi penerimaan hingga penyaluran bantuan.
“Pendataan masih terus dilakukan dan posko telah didirikan, setiap sore akan ada update penanganan bencana dari Posko Tanggap Darurat yang ada di Kantor Bupati Cianjur secara resmi,” kata Suharyanto, Selasa (22/11/2022).
Suharyanto mengklaim bahwa para pengungsi sudah mendapat fasilitas yang lebih baik. Tenda yang representatif sudah berdiri.
“Logistik kita distribusikan, dapur umum sudah beroperasi. Logistik cukup banyak. semuanya terlayani. kalau masih ada yang kurang sempurna, hari demi hari kami berusaha perbaiki,” tuturnya.
Meskipun dua rumah sakit di Kabupaten Cianjur ikut terdampak gempa, dia mengatakan penanganan kesehatan tetap dapat dilakukan, tenda-tenda lapangan telah digelar di sekitar rumah sakit untuk dijadikan rumah sakit darurat.
“RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi dan ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan.
Sebagian (korban) juga ada yang dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien telah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” ungkapnya.
Bersasarkan data sementara yang berhasil dihimpun hingga Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, terdapat ratusan jiwa meninggal dunia.
Korban meninggal dunia ada 268 jiwa, yang mengungsi 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit. (Bo/Sp)










