Suarapena.com, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Nuryadi Darmawan, menggelar Reses III Tahun Anggaran 2025 di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (7/11/2025).
Dalam reses itu warga menyampaikan berbagai keluhan mulai dari infrastruktur lingkungan, minimnya penerangan jalan umum (PJU), pengelolaan sampah, hingga masalah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan pendidikan.
“Jalan rusak, PJU, dan sampah ini keluhan yang paling dominan. Semua aspirasi akan kita kawal agar perangkat daerah memberikan penanganan yang jelas,” ujar Enung sapaan akrabnya.
Politisi senior PDIP itu menegaskan, penanganan Rutilahu harus menjadi prioritas, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. “Kalau anggaran masih memungkinkan, Rutilahu harus diutamakan,” tegasnya.
Isu pendidikan juga kembali mencuat. Warga mengeluhkan sistem zonasi PPDB, keterbatasan rombel, dan daya tampung sekolah negeri yang belum seimbang dengan jumlah siswa. Enung berkomitmen akan mengawal persoalan ini ke Dinas Pendidikan.
“Zonasi dan daya tampung harus dievaluasi agar setiap anak mendapat akses pendidikan yang adil,” katanya.
Selain menyerap aspirasi, Enung yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi ikut mensosialisasikan program dana swakelola Rp100 juta per RW, yang memberi kesempatan warga menentukan prioritas pembangunan di wilayah masing-masing. “Dana ini harus dimanfaatkan optimal, sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Melalui reses ini, Nuryadi berharap seluruh aspirasi warga Aren Jaya dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya pembangunan yang merata dan berpihak pada masyarakat. (sp/pr)










