Suarapena.com, BEKASI – Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat Ono Surono menanggapi santai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat, pada Juni 2026.
Menurut Ono, agenda tersebut merupakan hal yang biasa dalam kehidupan politik dan menjadi hak setiap partai maupun kelompok untuk melakukan konsolidasi dengan masyarakat.
“Semua partai kan mempunyai hak yang sama untuk mengkonsolidasikan ke bawah, silakan saja,” kata Ono, Rabu (3/6/2026).
Sebelumnya, Jokowi dikabarkan akan memulai rangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia dengan tiga provinsi sebagai titik awal, yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
Ketiga provinsi tersebut disebut menjadi pembuka dari agenda kunjungan yang rencananya digelar sepanjang Juni 2026.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan, dalam setiap kunjungan Jokowi akan bertemu dengan relawan, pendukung, hingga tokoh masyarakat yang mengundangnya.
“Diutamakan PSI, tapi ada juga yang dari relawan di daerah, dan kemudian ada juga kelompok tokoh masyarakat yang memang punya akses ke Pak Jokowi, mengundang,” ujar Bestari dalam sebuah talk show, Selasa (2/6/2026).
Bestari menjelaskan, dalam satu provinsi Jokowi dijadwalkan mengunjungi lebih dari satu lokasi.
“Jadi satu kali kunjungan itu bukan cuma satu titik saja di provinsi itu, ada beberapa nanti yang mungkin akan didatangi dan dihadiri oleh Pak Jokowi,” katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa agenda tersebut merupakan kegiatan kampanye politik. Menurut dia, kunjungan Jokowi lebih bersifat silaturahmi dan memenuhi undangan masyarakat.
“Silaturahmi mungkin. Kalau dibilang kampanye kan belum waktunya. Tapi lebih kepada mendatangi, memenuhi undangan dari masyarakat,” ujar Bestari. (r5/sp)










