Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Banten

Inovasi Bank Sampah Patung Rusa Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

×

Inovasi Bank Sampah Patung Rusa Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

Sebarkan artikel ini
Warga saat mengolah minyak jelantah di Bank Sampah menjadi sabun dan lilin.
Warga saat mengolah minyak jelantah di Bank Sampah menjadi sabun dan lilin.

Suarapena.com, TANGERANG – Bank Sampah Patung Rusa di RW 04, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, terus menunjukkan kiprah nyatanya dalam menjaga lingkungan sekaligus memberdayakan warga. Mengusung semangat gotong royong dan inovasi, bank sampah yang dikenal dengan nama lengkap Pabuaran Tumpeng Rukun Saluyu ini berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Salah satu terobosan kreatif yang mereka lakukan adalah mengolah minyak jelantah—yang biasanya hanya dibuang—menjadi sabun dan lilin ramah lingkungan. Produk-produk ini tak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga digunakan sebagai insentif menarik bagi para nasabah yang aktif menukarkan sampahnya.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Setiap Sabtu, puluhan warga berdatangan membawa sampah anorganik yang telah dipilah. Ketua Bank Sampah, Sri Aminarti, menjelaskan bahwa partisipasi warga semakin meningkat berkat konsistensi kegiatan yang dilakukan.

Berita Terkait:  Bekasi Segera Perkuat Bank Sampah dan Transportasi, DPRD Godok Dua Raperda Baru

“Setiap minggunya, kami mencatat rata-rata 25 warga yang rutin menjadi nasabah. Total sampah anorganik yang terkumpul bisa mencapai 150 kilogram per minggu,” ungkap Sri, Jumat (3/10/2025).

Bank Sampah Patung Rusa juga dikenal karena sering mengadakan program berbagi. Sabun hasil olahan minyak jelantah diberikan secara cuma-cuma kepada warga sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar mereka semakin peduli terhadap lingkungan.

Berita Terkait:  Dari TPS Liar ke Bank Sampah, Warga Diajak Nabung untuk Lingkungan dan Kebutuhan

Tak hanya itu, di akhir tahun, bank sampah ini memberikan penghargaan khusus bagi nasabah paling aktif—yakni mereka yang memiliki timbangan sampah terbanyak sepanjang tahun. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan jumlah nasabah dan membangun kesadaran kolektif soal pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami ingin RW 04 Rukun Saluyu menjadi wilayah yang bersih, sehat, dan terbebas dari kesan kumuh. Ini bisa tercapai kalau kita semua bergerak bersama,” pungkasnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca