Suarapena.com, TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melangkah maju dalam revolusi pengelolaan sampah yang mengedepankan peran aktif masyarakat. Setelah menutup 19 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di titik-titik rawan, kini Pemkot Tangerang mengajak warga bertransformasi dari sekadar membuang sampah menjadi menabung sampah melalui pengembangan bank sampah di tingkat RW.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa penutupan TPS liar bukan tindakan represif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan tata kelola sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Sampah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tapi juga peluang ekonomi jika dikelola dengan baik. Melalui bank sampah, warga dapat menjaga lingkungan sekaligus menabung yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga,” jelas Wawan, Kamis (24/7/2025).
Bank sampah kini menjadi solusi inovatif yang didukung oleh pengurus RW, komunitas lingkungan, dan sekolah-sekolah. Warga diajak memilah sampah organik dan anorganik lalu menyetorkannya untuk ditukar dengan tabungan, poin, atau kebutuhan pokok.
“Penutupan TPS liar hanyalah langkah awal. Kami berkomitmen memberi sarana dan edukasi dengan memfasilitasi pendirian bank sampah hingga tingkat RT,” tambah Wawan.
Tak hanya itu, bekas lokasi TPS liar akan diubah menjadi ruang terbuka hijau, taman lingkungan, atau kebun vertikal yang memperindah lingkungan sekaligus mendukung ekosistem.
Pemkot Tangerang mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan dalam gerakan ini, karena keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan hasil partisipasi aktif dari seluruh warga. (sp/pr)










