Suarapena.com, SEMARANG – Sebanyak 120 siswa baru akan menjalani kehidupan asrama selama menempuh pendidikan di sekolah yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Tampak terpotret isak tangis mewarnai serah terima siswa baru dari orang tua kepada SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang ini.
Tak sedikit juga siswa yang bersujud kepada orang tua, meminta restu agar bisa belajar dengan baik. Mereka akan tinggal di asrama dan bersekolah, yang seluruhnya gratis.
Marwiyah, tampak memeluk cucunya Novalina. Ia datang dari Kabupaten Banyumas memasrahkan cucunya kepada pihak sekolah, agar bisa belajar dan tinggal di SMKN Jateng Kampus Semarang.
“Saya berharap bisa sukses, sehat, nanti kita orang tua didoain dari rumah, biar sehat. Nenek sih, melihat cucu belajar di sini ya nelangsa (sedih). Kita pasrah saja, Bismillah. Semoga sehat, cucu jadi anak solih,” tutur perempuan 62 tahun ini.
Dirinya pun mengaku bahagia lantaran cucunya bisa diterima di SMKN Jateng, mengingat di sekolah itu, cucunya bisa bersekolah dengan gratis. Sehingga akan meringankan beban ekonomi keluarga. Terlebih, ia hanya pembantu rumah tangga, dan orang tua Novalina sudah meninggal dunia.
“SMK sangat membantu. Kita senang dengan keadaan ini. Mungkin anak bisa betah. Kita kan orang enggak mampu. Bisa masuk di sini, syukur Alhamdulillah,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ruhaniyah asal Kabupaten Brebes. Ia menyebut anaknya Diaz Aleksandro merupakan anak yang beruntung lantaran bisa bersekolah di SMKN Jateng di Kota Semarang. Sebab, bisa bersekolah dengan gratis.
“Sangat membantu bagi kami keluarga yang tergolong kurang mampu. Saya berterima kasih dengan Pak Ganjar, penggagas SMK Jateng. Mudah-mudahan dari SMK Jateng bisa memunculkan generasi maju, yang bisa memimpin bangsa ini selanjutnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar anaknya bisa belajar dengan baik, sehingga ke depan akan mampu mengangkat derajat orang tua dan menggapai cita-citanya.
Sementara, Kepala SMKN Jateng kampus Semarang Samiran mengatakan, mereka semua nantinya akan mendapatkan pengajaran yang dibutuhkan untuk dunia kerja. Para siswa dibentuk secara keseluruhan agar dapat memiliki kompetensi dan profesional ketika nanti masuk ke dunia kerja.
“Kami beritahukan budaya yang dikembangkan di SMKN Jateng, yang mengutamakan pembentukan sikap, profesional, kompetensi. Insyaallah, ini akan jadi idola bagi industri, yang akan menerima anak-anak kita nantinya,” ucap Samiran.
Selama pendidikan, dijelaskan dia, siswa tinggal di asrama, yang masing-masing kamar diisi sekitar enam orang. Mereka dilatih hidup bersama, dengan didampingi enam orang pamong. Tak hanya penginapan, siswa mendapat fasilitas makan tiga kali sehari, dan makanan kecil setiap hari.
“Syarat utama warga Jateng, dari keluarga tidak mampu. Tidak boleh ada yang dari keluarga yang mampu. Minimal yang kurang mampu,” jelasnya.
Untuk diketahui, prosesi pelepasan siswa baru dari orang tua serentak dilakukan di tiga SMKN Jateng full boarding di Kota Semarang, Pati, dan Purbalingga. Juga di 15 siswa semi boarding di 35 kota dan kabupaten se-Jateng. (Sp/pr)










