Suarapena.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal III 2025. Operator jalan tol pelat merah ini berhasil membukukan laba inti sebesar Rp2,74 triliun, tumbuh 5,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, perusahaan menjelaskan bahwa kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan biaya keuangan konsolidasi sebesar 14,21 persen.
“Capaian ini mencerminkan kekuatan fundamental Jasa Marga dalam menjaga kinerja bisnis secara konsisten di tengah tantangan industri,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp14,52 triliun, naik 4,83 persen dibandingkan kuartal III 2024. Dari total tersebut, Rp13,42 triliun berasal dari pendapatan tol, sementara Rp1,11 triliun dari pendapatan usaha lainnya.
Sementara itu, EBITDA perusahaan meningkat menjadi Rp9,73 triliun, dengan margin 67,01 persen, menandakan efisiensi yang tetap terjaga.
Hingga saat ini, Jasa Marga mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol, setara 42 persen dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Adapun total konsesi jalan tol yang dikelola mencapai 1.736 kilometer.
Rivan menegaskan, meski banyak proyek tol baru yang telah rampung dan mulai beroperasi, Jasa Marga mampu menjaga keseimbangan antara kapasitas investasi dan kesehatan keuangan.
“Stabilitas rasio keuangan pada kuartal III 2025 menjadi bukti solidnya kinerja perusahaan,” kata dia.
Pada Juli 2025, Jasa Marga menyelesaikan adendum Perjanjian Pemegang Saham dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk terkait PT Jasamarga Jogja Solo (PT JMJ). Dengan penyelesaian ini, PT JMJ resmi terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan Jasa Marga sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Saat ini, Jasa Marga fokus menggarap lima proyek jalan tol strategis nasional, meliputi:
Jakarta–Cikampek II Selatan
Akses Patimban
Yogyakarta–Bawen
Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo
Probolinggo–Banyuwangi
Pada Agustus 2025, segmen Klaten–Prambanan sepanjang 7,85 km resmi beroperasi, menandai langkah konkret perusahaan dalam memperkuat konektivitas wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dengan performa keuangan yang solid dan proyek ekspansi yang terus berjalan, Jasa Marga memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri jalan tol nasional. Konsistensi pertumbuhan laba dan efisiensi operasional menunjukkan bahwa perusahaan pelat merah ini tetap menjadi motor penggerak utama pembangunan infrastruktur transportasi darat di Indonesia. (sp/pr)







