Suarapena.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan percepatan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pada 2025. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen tersebut dalam upaya memantapkan jaringan jalan provinsi agar mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.
“Tahun 2025 fokus utama kami adalah infrastruktur, khususnya memperkuat dan memantapkan jalan provinsi,” ujar Gubernur Luthfi, Rabu (1/10/2025).
Dengan menggunakan anggaran APBD 2025, pemerintah provinsi akan menyelesaikan perbaikan jalan-jalan strategis terlebih dahulu sebelum menyalurkan dana ke kabupaten dan kota untuk pembangunan jalan di wilayah masing-masing.
Luthfi juga telah menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk memprioritaskan pembangunan jalan yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan kawasan swasembada pangan. Meski demikian, masih terdapat tantangan karena kondisi jalan di beberapa kabupaten/kota belum sepenuhnya mantap, mengingat variasi kemampuan APBD di daerah-daerah tersebut.
Salah satu proyek kunci yang tengah berlangsung adalah preservasi Jalan Brigjen Sudiarto, yang merupakan jalur vital penghubung Kota Semarang dengan Kabupaten Demak dan Grobogan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa preservasi ini mencakup pembetonan sepanjang 2 km dan pengaspalan 1 km dari total 3 km ruas jalan.
“Kondisi jalan sebelum perbaikan cukup mengkhawatirkan, terutama karena genangan air yang bertahan lama akibat drainase buruk dan limpasan air dari pemukiman sekitar. Kondisi ini merusak aspal dan membuat pengguna jalan tidak nyaman,” jelas Hanung.
Preservasi Jalan Brigjen Sudiarto merupakan bagian dari rehabilitasi jalan Semarang-Godong sepanjang 5,9 km. Hanung optimis bahwa setelah pengerjaan, ruas jalan ini akan menjadi lebih mantap dan mendukung kelancaran transportasi di wilayah tersebut.
“Target kami adalah menjadikan 94 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap—yaitu jalan yang berada dalam kategori sedang hingga baik—pada akhir 2025. Kami berusaha keras agar target ini tercapai tepat waktu,” tambahnya. (sp/pr)










