Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Banten

Kampung Nastar di Larangan Utara, Sentra Kue Kering Rumahan yang Tembus Pasar Eropa

×

Kampung Nastar di Larangan Utara, Sentra Kue Kering Rumahan yang Tembus Pasar Eropa

Sebarkan artikel ini
Kampung Nastar di Larangan Utara, kue kering rumahan tembus pasar Eropa.
Kampung Nastar di Larangan Utara, kue kering rumahan tembus pasar Eropa.

Suarapena.com, TANGERANG – Di tengah padatnya permukiman Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, geliat ekonomi kreatif tumbuh dari dapur-dapur rumah warga. Wilayah RT 02 dan RT 05 RW 01 kini dikenal sebagai Kampung Nastar, sentra produksi kue kering rumahan yang telah bertahan lebih dari satu dekade dan menjangkau pasar internasional.

Sebanyak 26 industri rumahan tercatat aktif berproduksi di kawasan tersebut. Rinciannya, tujuh unit usaha berada di RT 02 dan 19 unit di RT 05 RW 01. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan lokal, terutama saat Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga telah dikirim ke sejumlah negara seperti Jerman, Belanda, dan Malaysia.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Lurah Larangan Utara, Iwan Bambang Subekti, mengatakan keberadaan Kampung Nastar menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang berjalan konsisten.

Berita Terkait:  9 Bakehouse Terbaik di Bandung, Pecinta Roti dan Kue Wajib ke Sini

“Kami mengapresiasi inovasi dan ketekunan warga. Kampung Nastar bukan sekadar tempat produksi kue, tetapi ruang kolaborasi warga untuk meningkatkan pendapatan keluarga tanpa harus bekerja jauh dari lingkungan tempat tinggal,” ujar Iwan, Sabtu (28/2/2026).

Menurut dia, semangat kewirausahaan yang tumbuh di wilayah tersebut diharapkan dapat menular ke RT lain sehingga memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu pelaku usaha yang menjadi penggerak awal adalah Nuni Aryastuti, pemilik Nuni Cookies. Usaha keluarga itu dirintis sejak 1987 dan menjadi salah satu cikal bakal berkembangnya industri kue kering di lingkungan tersebut.

“Awalnya ibu saya yang mengelola, kemudian saya melanjutkan. Beberapa karyawan yang dulu bekerja bersama kami kini membuka usaha sendiri di sekitar sini. Dari situ muncul gagasan menamai wilayah ini sebagai Kampung Nastar,” kata Nuni.

Berita Terkait:  J&C Cookies, Merayakan Tradisi Lebaran dengan Kue Kering Handmade dan Hampers Eksklusif

Menjelang Idulfitri, aktivitas produksi meningkat signifikan. Proses pembuatan kue dilakukan hingga 24 jam dengan sistem kerja bergiliran. Untuk menjaga kualitas, pelaku usaha memanfaatkan oven listrik sehingga tingkat kematangan dan warna kue lebih konsisten, meski kapasitas produksi meningkat hingga menggunakan sekitar 60 kilogram margarin per hari.

Industri rumahan di Kampung Nastar turut membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, terutama ibu rumah tangga. Mereka terlibat dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi.

Penghasilan tambahan tersebut dinilai membantu kebutuhan keluarga, khususnya menjelang hari raya.

Ke depan, pemerintah kelurahan berharap sentra kue kering ini terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun jangkauan pasar. Dengan dukungan kolaborasi warga, Kampung Nastar di Larangan Utara menunjukkan bahwa usaha rumahan pun mampu bersaing hingga pasar mancanegara. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca