Suarapena.com, DEPOK – Pemerintah terus menggencarkan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan sosialisasi terbaru digelar di SMKS Wisata Harmas, Depok, Jumat (27/2/2026).
Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan, program MBG dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut dia, program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah untuk menekan angka stunting serta membantu meringankan beban keluarga berpenghasilan rendah.
“Program MBG bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat serta tujuan jangka panjang dari program ini. Kita ingin membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Nuroji dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (28/2/2026).
Ia menekankan, MBG tidak sekadar program pemberian makanan gratis, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas generasi muda Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Nuroji juga menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait anggaran program MBG yang disebut-sebut mengurangi anggaran pendidikan. Ia memastikan kabar tersebut tidak benar.
“Anggaran MBG tidak memotong anggaran pendidikan. Justru anggaran pendidikan dari tahun ke tahun terus meningkat. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran terkait hal tersebut,” tegasnya.
Menurut dia, informasi yang tidak tepat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan menghambat implementasi program.
Nuroji mengakui, pelaksanaan program MBG di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk adanya narasi negatif yang berkembang di sebagian kalangan.
“Di lapangan memang ada tantangan, termasuk adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan narasi negatif agar program ini ditolak oleh masyarakat maupun yayasan pendidikan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program tersebut demi masa depan anak-anak Indonesia, tanpa memandang kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
“Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk mendukung program ini demi kepentingan masa depan anak-anak kita, meskipun merasa secara ekonomi masih mampu,” ujarnya. (sp/pr)










