Suarapena.com, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi pengoperasian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang diberi nama ‘Waktu Hebat, Operasi Optimal, Sistem Hebat’ atau Whoosh.
Menurutnya, kereta cepat ini dapat menjadi sarana untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di kedua kota dan sekitarnya.
“Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan terobosan yang dapat meningkatkan mobilitas dan produktivitas warga dari Jakarta ke Bandung, dan sebaliknya. Ini sangat menguntungkan bagi pelaku usaha, wisatawan, maupun masyarakat umum yang ingin menikmati kedua kota,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/10/2023).
Puan menjelaskan, kereta cepat ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan Bandung, serta daerah-daerah di sepanjang jalur KCJB.
Hal ini karena kereta cepat dapat menciptakan kawasan dan aktivitas bisnis baru yang menarik minat konsumen.
“Kereta cepat ini harus dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar stasiun-stasiun KCJB. Mereka dapat memanfaatkan peluang usaha yang timbul akibat adanya kereta cepat ini,” tutur mantan Menko PMK ini.
Selain itu, Puan juga mengingatkan pemerintah agar menjaga kualitas layanan dan perawatan KCJB.
Ia menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan penumpang kereta cepat sebagai indikator keberhasilan proyek KCJB.
“Pemerintah harus memastikan bahwa kereta cepat ini beroperasi dengan lancar, aman, dan nyaman. Ini akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik kereta cepat,” tegasnya.
Diketahui, Kereta Cepat ‘Whoosh’ resmi beroperasi pada Senin (2/10) kemarin dengan tarif gratis hingga pertengahan Oktober.
Setelah itu, tarif KCJB akan berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu, sesuai dengan tarif KA Argo Parahyangan.
Karenanya, Puan meminta pemerintah agar menetapkan tarif KCJB yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa proyek KCJB menggunakan anggaran negara yang bersumber dari APBN.
“Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung harus adil dan terjangkau bagi masyarakat. Jangan sampai proyek KCJB yang menggunakan anggaran negara malah memberatkan masyarakat,” ucap Puan.
Terakhir, Puan juga meminta pemerintah agar melengkapi sarana pendukung KCJB. Ia menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti fasilitas dan layanan di kereta dan stasiun, aksesibilitas menuju stasiun KCJB, serta integrasi dengan transportasi lain.
“Kereta cepat ini harus didukung oleh sarana pendukung yang memadai agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pemerintah harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyediakan sarana pendukung tersebut,” pungkas Puan. (r5/sp)










