Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Kata Puan RUU Perampasan Aset Baru Dibahas Setelah KUHAP Rampung

×

Kata Puan RUU Perampasan Aset Baru Dibahas Setelah KUHAP Rampung

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR RI, Puan Maharani bicara soal pembahasan RUU Perampasan Aset.
Ketua DPR RI, Puan Maharani bicara soal pembahasan RUU Perampasan Aset.

Suarapena.com, JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengungkapkan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset baru akan dimulai setelah DPR menyelesaikan pembahasan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Saat ini, RUU KUHAP sedang dibahas oleh Komisi III DPR, dan diperkirakan akan memakan waktu hingga rampung.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Sesuai mekanisme yang ada, kita akan fokus membahas KUHAP terlebih dahulu,” ujar Puan dalam keterangnnya, Kamis (8/5/2025).

Berita Terkait:  Puan Desak Evaluasi Sistem Pengawasan Pangan Buntut Maraknya MinyaKita Palsu

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga menegaskan bahwa pembahasan RUU Perampasan Aset tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Sebelum masuk ke tahap pembahasan, pihaknya akan mengumpulkan berbagai pandangan dari masyarakat dan elemen terkait agar keputusan yang diambil benar-benar matang dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami tidak akan terburu-buru. Kami ingin mendengar pendapat dari seluruh elemen masyarakat terlebih dahulu. Karena jika dipaksakan, proses ini bisa berisiko tidak sesuai dengan mekanisme yang ada,” tambah Puan.

Berita Terkait:  RUU Transportasi Online Dipastikan Baleg DPR Masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan dukungannya terhadap pembahasan RUU Perampasan Aset.

Dalam acara peringatan Hari Buruh 2025 di Monas, Jakarta, pada Kamis (1/5/2025), Prabowo menyatakan bahwa undang-undang ini sangat penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan mengembalikan aset negara yang telah disalahgunakan oleh koruptor. (r5/we)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca