Suarapena.com, BEKASI – Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Lia Erliani, mengajak perempuan di Kota Bekasi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan masa kini.
Menurut Lia, Kartini merupakan sosok perempuan yang mampu berpikir melampaui zamannya. Ia menilai, gagasan dan visi Kartini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam mendorong peran perempuan di berbagai bidang.
“Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini memiliki visi yang sampai sekarang masih relevan,” kata Lia, Selasa (21/4/2026).
Lia mengatakan, semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini perlu terus diteladani oleh perempuan masa kini. Ia berharap perempuan tidak hanya menjadikan Kartini sebagai simbol, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, menghargai diri sendiri dengan terus bertumbuh menjadi perempuan dengan versi terbaiknya.
Ia mencontohkan perjuangan Kartini dalam bidang pendidikan, salah satunya dengan mendirikan sekolah perempuan di Semarang pada awal abad ke-20. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah maju di tengah keterbatasan akses pendidikan bagi perempuan saat itu.
Selain itu, Lia menuturkan bahwa Kartini juga memiliki sisi religius yang kuat. Kartini diketahui pernah belajar agama kepada Kiai Soleh Darat dan turut mendorong lahirnya tafsir Al-Qur’an berjudul Faidur Rahman.
Menurut Lia, hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan perlu memiliki keseimbangan antara intelektualitas, karakter, dan spiritualitas.
“Perempuan tidak hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki karakter dan spiritualitas yang baik,” ujarnya.
Dalam konteks saat ini, Lia juga mengajak perempuan untuk lebih aktif dalam melindungi dan memberdayakan sesama. Ia menilai nilai-nilai perjuangan Kartini masih relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial, seperti kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, hingga isu kesetaraan gender.
Ia pun mendorong perempuan untuk berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
“Maka, Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung dan memberdayakan perempuan di sekitarnya,” kata dia.
Lia menambahkan, semangat perjuangan Kartini perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Ia juga mengajak perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Ini menjadi pesan untuk kita terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini sampai hari ini,” tutur Lia. (sp/pr)










