Suarapena.com, BEKASI – Kekhawatiran Komisi II DPRD Kota Bekasi akhirnya menjadi kenyataan. Proyek penggalian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik DKI Jakarta yang berlokasi di Jatiwaringin, Pondokgede, mengalami kebocoran, dan insiden ini langsung viral di media sosial.
Mendapat kabar tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi, angkat suara terkait hal ini. “Begitu tahu kejadian ini, saya langsung menghubungi pihak PAM Jaya dan menegur mereka. Mereka pun meminta maaf atas kegagalan uji coba teknis ini,” ungkap Murodi Selasa (17/6/2025).
Menurut Murodi, kegagalan uji coba tersebut disebabkan oleh tekanan air yang terlalu kuat dan di luar kendali PAM Jaya. Ini menjadi perhatian serius mengingat sebelumnya Komisi II DPRD Bekasi telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 4 Juni 2025 lalu, menyoroti lambannya pengerjaan galian pipa SPAM dan pemasangan jaringan Fiber Optic (FO) yang tengah berlangsung di berbagai titik kota.
“Kami memang menekan agar proyek ini dipercepat karena dampak galian yang menyebabkan kemacetan parah di banyak ruas jalan. Namun, kejadian kebocoran ini harus jadi pelajaran agar pengerjaan lebih profesional dan dampaknya bisa diminimalisir, supaya masyarakat tidak dirugikan,” tambah Murodi.
Saat ini, PAM Jaya telah memperbaiki kebocoran tersebut dan memastikan proyek berjalan dengan pengawasan ketat. Komisi II DPRD Bekasi terus memantau perkembangan agar kejadian serupa tidak terulang. (Ads)










