Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Ketua DPR Soroti Rencana Kenaikan BBM, LPG, hingga Tarif Listrik

×

Ketua DPR Soroti Rencana Kenaikan BBM, LPG, hingga Tarif Listrik

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi masyarakat sebelum mengambil kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar, elpiji serta tarif listrik.

Pasalnya, rencana kenaikan yang dipicu lonjakan harga minyak mentah dan gas alam dunia tersebut akan sangat berdampak besar bagi perekonomian rakyat.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Jika kenaikan harga energi sudah tidak terelakkan karena situasi global, maka sebelum menaikkan harga, pemerintah harus lebih dulu menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang hingga kini belum juga stabil,” ujar Puan di Jakarta belum lama ini, Sabtu (16/4/2022).

Pemerintah dikatakan Puan, harus cermat dan bijaksana dalam merencakan kenaikan harga energi.

Jika memang harus mengalami kenaikan, maka pemerintah harus melaksanakannya secara bertahap dengan memperhatikan timing yang tepat.

“Pemerintah harus melaksanakannya secara bertahap dan bijaksana dengan memerhatikan timing yang tepat dan daya beli masyarakat.

Jangan ketika harga-harga komoditas belum stabil menjelang Hari Raya, harga-harga energi itu dinaikkan. Itu jelas sangat memberatkan rakyat,” tutur Puan.

Berita Terkait:  Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan, DPR memahami kondisi tingginya harga minyak dunia yang jauh di atas asumsi APBN 2022.

Maka demi menyelamatkan anggaran negara, pemerintah harus menaikkan harga BBM, gas, serta listrik yang selama ini disubsidi.

Namun, hal itu juga harus dijadikan opsi lain atau dicarikan solusi lainnya sebelum menaikan harga.

“Kita tidak mau APBN bleeding, tapi juga tidak mau kenaikan harga energi yang tidak dilakukan dengan cermat akan sangat memberatkan rakyat. Jadi, pemerintah harus benar-benar berhati-hati,” ungkap Puan.

Di sisi lain, Puan menilai pemerintah juga harus terus menggenjot program stimulus untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19 yang sudah dianggarkan.

“Jika dirasa perlu, pemerintah juga perlu memikirkan skema bantuan sosial untuk menjaga daya beli akibat kenaikan harga energi,” ucap perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR itu.

Berita Terkait:  Berikut Aturan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2022, Simak yuk....

Lebih lanjut, Mantan Menko PMK ini pun meminta pemerintah menjelaskan kepada masyarakat secara komperhensif terkait dinamika kenaikan harga energi.

Menurutnya, rencana kenaikan harga BBM perlu disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

“Karena kenaikan harga BBM, gas, serta listrik berkaitan dengan dampak yang akan dirasakan langsung oleh rakyat.

Kami juga meminta agar ada pengawasan distribusi untuk menghindari terjadinya penimbunan BBM subsidi jelang kenaikan harga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan penyesuaian harga untuk sektor energi.

Hal tersebut dilakukan sebagai strategi menghadapi dampak dari kenaikan harga minyak dunia.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI menyampaikan soal sejumlah strategi baik jangka pendek, menengah hingga jangka panjang untuk sejumlah sektor energi.

Sejumlah sektor energi direncanakan bakal mengalami penyesuaian harga antara lain BBM subsidi, LPG 3 kg hingga tarif listrik. (Bo/cr02)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca