Suarapena.com, PEKALONGAN – Jumlah kunjungan wisatawan ke Museum Batik Pekalongan mengalami peningkatan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Tercatat sekitar 1.080 orang mengunjungi museum tersebut, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 840 kunjungan.
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, mengatakan kenaikan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata edukasi, khususnya museum, sebagai pilihan destinasi liburan.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kunjungan liburan akhir tahun 2025 mengalami kenaikan yang cukup baik. Rata-rata harian bisa mencapai 200 pengunjung,” kata Nurhayati, Rabu (7/1/2026).
Menurut Nurhayati, sebagian besar pengunjung berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Semarang, dan Bekasi, serta sejumlah wilayah lainnya. Pengunjung didominasi oleh keluarga dan anak muda yang memanfaatkan momentum libur akhir tahun untuk berwisata sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya batik.
Selain koleksi batik, Museum Batik Pekalongan juga menghadirkan pameran karya penyandang disabilitas yang digelar sejak 9 Desember 2025 di Ruang Pamer 1. Pameran tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung selama libur Nataru.
“Melalui pameran karya disabilitas ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan bukanlah halangan. Layaknya kain yang mungkin tidak sempurna, justru nilai dan keunikannya dapat ditampilkan dan dikembangkan,” ujar Nurhayati.
Ia berharap pameran tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri penyandang disabilitas sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas di ruang-ruang publik, termasuk museum.
Dengan tren kunjungan yang meningkat, pengelola berharap museum dapat terus menjadi pilihan wisata edukatif sekaligus ruang pembelajaran dan apresiasi terhadap keberagaman budaya. (sp/pr)










