Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jakarta

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Ini Tarif Khusus hingga Oktober 2026

×

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Ini Tarif Khusus hingga Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi, selama masa transisi segini skema sejumlah tarifnya bagi penumpang.
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi, selama masa transisi segini skema sejumlah tarifnya bagi penumpang.

Suarapena.com, JAKARTA – LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Stasiun LRT Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Koridor sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem transportasi publik Jakarta. Dengan waktu tempuh sekitar 28 menit, LRT Kelapa Gading-Manggarai ditargetkan secara bertahap mampu melayani hingga 80.000 penumpang setiap hari.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah tarif perjalanan. Pemprov DKI Jakarta menetapkan tarif khusus sementara hingga Oktober 2026, sambil menunggu proses penetapan tarif definitif.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, selama masa transisi terdapat sejumlah skema tarif yang berlaku bagi penumpang.

“Selama masa transisi hingga Oktober 2026 berlaku tarif khusus sementara, yaitu rute Kelapa Gading-Velodrome Rp 5.000, dari stasiun eksisting ke stasiun baru Rp 5.008, dan antarstasiun baru Rp 8, sedangkan tarif definitif masih menunggu proses penetapan,” ujar Pramono.

Peresmian LRT dilakukan Presiden Prabowo bersama Pramono Anung. Dalam sambutannya, Prabowo menyebut pengoperasian LRT Kelapa Gading-Manggarai sebagai momentum yang membanggakan bagi perkembangan transportasi publik Jakarta.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suatu acara yang sangat membanggakan, yaitu peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai,” kata Prabowo.

Koridor ini membentang sepanjang 12,2 kilometer dan memiliki 11 stasiun. Pembangunannya menelan investasi sekitar Rp 12,1 triliun yang seluruhnya didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Berita Terkait:  Bahas Sejumlah Hal, Prabowo Beri Tugas Khusus ke Dasco, Prasetyo, dan Sugiono

Prabowo menilai pengembangan transportasi publik yang semakin terintegrasi menjadi bagian penting dari kemajuan infrastruktur perkotaan.

Ia mencontohkan kawasan Manggarai yang kini berkembang menjadi simpul transportasi strategis karena menghubungkan berbagai moda.

“Lima atau sepuluh tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang?” ujar Prabowo.

Di kawasan Manggarai, masyarakat dapat mengakses LRT, KRL, TransJakarta, TransJabodetabek, hingga Kereta Bandara.

“Di Manggarai ini ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada TransJabodetabek, dan kereta ke bandara yang menjadikannya sebagai transport hub,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, konektivitas transportasi yang semakin kuat dapat mendukung produktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

“Selamat atas peresmian ini, saya sangat bahagia hari ini karena naik LRT enak dan luar biasa, serta konektivitas yang kuat ini akan membuat Indonesia semakin bersaing,” ungkapnya.

Meski telah diresmikan, pengoperasian LRT Kelapa Gading-Manggarai pada tahap awal masih dilakukan secara terbatas.

Segmen Velodrome-Manggarai dibuka melalui tiga stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai.

Tahap awal ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan keandalan sistem, keselamatan, serta kenyamanan penumpang sebelum layanan penuh diterapkan.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan kawasan Manggarai sebagai simpul integrasi antarmoda melalui pengembangan Transit-Oriented Development (TOD).

Selain Manggarai, pengembangan TOD juga diarahkan di kawasan Kelapa Gading dan Pulomas.

“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan TransJakarta, serta pengembangannya diarahkan melalui kawasan TOD di Kelapa Gading, Pulomas, dan Manggarai,” tutur Pramono.

Berita Terkait:  Prabowo Terbangkan Drone Tebar Benih Padi di Sumsel

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara transportasi publik dan kawasan perkotaan di sekitarnya.

Pemprov DKI juga menjaga aspek inklusivitas layanan transportasi. Melalui Kartu Layanan Gratis, 15 golongan masyarakat dapat memperoleh akses gratis pada layanan TransJakarta, MRT, dan LRT Jakarta sesuai kriteria penerima.

Pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti di Manggarai.

Pemprov DKI menyiapkan kelanjutan jalur sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan nilai investasi sekitar Rp 2,7 triliun.

Jalur tersebut direncanakan dilengkapi pedestrian deck dan terintegrasi dengan MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara.

“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun,” ujar Pramono.

Dalam rencana berikutnya, jaringan LRT Jakarta juga disiapkan menuju Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, hingga Halim.

Pemprov DKI membuka peluang dukungan pembiayaan untuk melanjutkan pengembangan jaringan tersebut, termasuk kemungkinan investasi Danantara.

“Ke depan jaringan juga disiapkan menuju JIS-Ancol sampai Jakarta Kota dan Halim, dan kami memohon dukungan Presiden agar pengembangan ini berlanjut termasuk membuka kemungkinan investasi Danantara,” kata Pramono.

Pramono menegaskan, pengembangan LRT bukan sekadar pembangunan jalur kereta baru. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk membangun konektivitas kota yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi.

“Yang dibangun bukan sekadar jalur kereta melainkan konektivitas kota yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi,” pungkasnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca