Suarapena.com, BEKASI – Ruas jalan di depan Kantor DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, lumpuh sebagian setelah puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi, Rabu (16/9/2026). Massa mendesak DPRD Kota Bekasi membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki sejumlah persoalan yang mereka soroti, termasuk dugaan korupsi pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah.
Mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Indonesia menggelar aksi dengan membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan tuntutan dari depan gedung DPRD Kota Bekasi.
Sebagian ruas jalan ditutup massa. Sebuah mobil komando yang dilengkapi pengeras suara juga diparkir melintang di jalan sehingga kendaraan hanya dapat melintas melalui sebagian ruas yang tersisa.
Para demonstran secara bergantian naik ke atas mobil komando untuk menyampaikan orasi. Suara pengeras terdengar lantang menyerukan agar DPRD Kota Bekasi segera membentuk Pansus.
Massa menilai pembentukan Pansus diperlukan untuk mengusut sejumlah persoalan yang mereka anggap perlu mendapatkan perhatian DPRD. Salah satu yang disoroti adalah pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah pada tahun anggaran 2022/2023.
“Kami menduga ada upaya tindakan korupsi pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah tahun 2022/2023. Karenanya DPRD harus segera membentuk Pansus menyelidiki hal tersebut,” tegas salah seorang orator dalam aksi.
Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Pengamanan dilakukan seiring massa menyampaikan aspirasi dan menggunakan sebagian badan jalan.
Selain menuntut pembentukan Pansus untuk menyelidiki dugaan penyimpangan pengadaan kendaraan, massa juga membawa tuntutan politik terkait Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Mereka mendesak DPRD Kota Bekasi menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui mekanisme yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari DPRD Kota Bekasi maupun Wali Kota Bekasi Tri Adhianto terkait tuntutan demonstran dan dugaan korupsi yang disampaikan dalam aksi tersebut. (r5/sp)







