Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jateng

Magelang Fashion Day 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, Transaksi Tembus Rp 300 Juta Sehari

×

Magelang Fashion Day 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, Transaksi Tembus Rp 300 Juta Sehari

Sebarkan artikel ini
Para model saat tampil di Magelang Fashion Day 2026, yang transaksinya tembus Rp 300 juta sehari.
Para model saat tampil di Magelang Fashion Day 2026, yang transaksinya tembus Rp 300 juta sehari.

Suarapena.com, MAGELANG – Magelang Fashion Day 2026 menjadi momentum bagi desainer, perajin, dan pelaku usaha fesyen untuk memperkenalkan produk unggulan lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar. Tak sekadar menghadirkan peragaan busana, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif daerah.

Digelar di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu (31/10/2026), Magelang Fashion Day melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang serta sejumlah Dekranasda dari kabupaten dan kota di sekitarnya.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Ketua Dekranasda Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antarpelaku industri fesyen.

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi dan keunggulan produk fesyen masing-masing wilayah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa produk fesyen lokal memiliki potensi dan daya saing yang luar biasa,” ujarnya.

Berita Terkait:  Tiara Queen Fashion Memadukan Tradisi dan Tren Modern

Rangkaian Magelang Fashion Day diawali dengan lomba desain busana kategori pelajar dan umum. Selain itu, acara juga menampilkan karya desainer, model, perajin, hingga pelaku usaha fesyen dari Kota Magelang dan daerah sekitarnya.

Nanik berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk dalam negeri. Lebih dari itu, promosi melalui kegiatan semacam ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru dan memberikan peluang usaha yang lebih luas bagi para pelaku industri fesyen lokal.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai penyelenggaraan rangkaian Magelang Flower Festival (MFF) 2026 turut memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan informasi yang diterima serta hasil pengecekan langsung di lapangan, transaksi harian selama festival diperkirakan mencapai Rp 250 juta hingga Rp 300 juta.

“Animo masyarakat luar biasa. Transaksi harian bisa mencapai sekitar Rp 250 juta sampai Rp 300 juta,” kata Damar.

Berita Terkait:  Modest Fashion 2023, Tren Busana Tertutup yang Memukau di Stasiun Tawang

Ia menjelaskan, penyelenggaraan berbagai kegiatan dan festival menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran pengunjung tidak hanya memberikan ruang hiburan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya.

Damar turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan rangkaian festival, termasuk dukungan dan kolaborasi pemerintah kabupaten serta kota di sekitar Magelang.

Menurutnya, sinergi antardaerah menjadi hal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, mengingat setiap wilayah memiliki keterkaitan dan saling membutuhkan.

“Kerja sama antardaerah diperlukan, karena setiap wilayah saling terhubung dan membutuhkan,” imbuh dia.

Melalui Magelang Fashion Day dan rangkaian Magelang Flower Festival 2026, Pemerintah Kota Magelang berharap kegiatan kreatif dan pariwisata dapat terus berkembang menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca