Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Makna Tahun Baru Islam 1445 H bagi Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Ustuchri

×

Makna Tahun Baru Islam 1445 H bagi Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Ustuchri

Sebarkan artikel ini
Ahmad Ustuchri

Suarapena.com, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Ustuchri memaknai peringatan Tahun Baru Islam 1445 H sebagai momen untuk memperbaiki diri. Menurutnya, setiap manusia tidak terlepas dari kekhilafan.

“Jadi di tahun baru islam 1445 H ini saya memaknainya untuk memperbaharui komitmen kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya, Kamis (20/7/2023).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dalam peringatan pergantian tahun baru islam 1445 H, Ustuchri, sapaannya, menghadiri acara pawai obor yang dihadiri ratusan warga di wilayah RW 06 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Ia menjelaskan, peralihan Tahun Hijriah memang berbeda dengan Tahun Masehi. Dimana pergantian tahun baru Hijriah dimulai pada waktu maghrib atau berpatokan kepada bulan, sementara tahun Masehi pada pukul berpatokan pada matahari.

Berita Terkait:  Syafei Singgung Soal Dana RW 9,4 Miliar di Bekasi Selatan Saat Reses

Pada kesempatan peringatan pergantian tahun itu, ia menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada beberapa hubungan yang mesti diperbaiki. Baik hubungan dengan Allah (Hablumminallah), sesama manusia (Hablumminannas), maupun dengan lingkungan sekitar (Hablumminal’alam).

“Jadi kita memperbaharui komitmen hubungan tersebut, sehingga Insyaallah di tahun baru 1445 Hijriah ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” kata dia.

Anggota dewan yang juga adalah pimpinan dari Pondok Pesantren Annur ini menambahkan, momen Bulan Muharam tidak saja pada tanggal 1 atau saat pergantian tahun. Pada tanggal 10 di Bulan Muharam juga menjadi momen yang banyak dikenal sebagai lebaran anak yatim.

Berita Terkait:  Rudy PDIP Serap Aspirasi Warga Pejuang, Realisasikan 70 Persen Janji Pembangunan

Ustuchri mengajak umat muslim agar lebih aware dan peduli kepada para anak yatim. Artinya, lebih awas dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti pendidikan dan lain sebagainya. Ia menyebut menyantuni anak yatim juga berarti turut memperhatikan masa depan bangsa.

“Mereka (anak yatim) juga punya hak yang sama untuk meraih dan mewujudkan cita-cita dan harapan,” pungkasnya. (Adv)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca